Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) berencana memproduksi paspor buat Palestina. Pesanan itu disampaikan langsung oleh pejabat negara Timur Tengah itu disela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (KTT-OKI) di Jakarta, Maret lalu.
"Duta besarnya sudah berkunjung, ada perwakilan dari deputi Menteri dalam negeri palestina," kata Direktur Utama Perum Peruri Prasetio, Jakarta, Kamis (7/4).
Di Palestina, lanjutnya, paspor juga berfungsi sebagai Kartu tanda penduduk (KTP). "Ini buat kami sebagai commercial base."
Menurutnya, kerja sama itu bisa menjadi pintu masuk Peruri untuk mengembangkan bisnis di kawasan teluk Arab.
"Kami sudah kirimkan contoh produk. Mereka menyatakan tertarik, kalau sudah terealisasi maka tetangganya seperti Yordania juga bisa kami sasar. Kami hadir di satu wilayah dulu lah, baru perluas lebih lanjut."
Di luar itu, tahun ini, Perum Peruri juga mengikuti tender percetakan 32,8 juta prangko edisi Philipine fruits senilai 5.660.125 Peso. Peruri juga memenangkan tender percetakan uang kertas Nepal.