Cerita di balik perjuangan Jokowi bangun MRT belum banyak orang tahu

Meski dibanjiri penolakan, Presiden Jokowi berketetapan untuk melanjutkan proyek MRT.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Cerita di balik perjuangan Jokowi bangun MRT belum banyak orang tahu
Jokowi resmikan proyek MRT. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui beberapa proyek yang berusaha dikembangkannya kerap mendapat tanggapan negatif dari banyak pihak. Dia pun bercerita mengenai rencana pembangunan jaringan transportasi publik, Mass Rapid Transit (MRT) sepanjang 15,7 kilometer, saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.Presiden mengungkapkan jika proyek ini salah satu yang mendapat pertentangan. Padahal, rencana pembangunan sudah direncanakan selama puluhan tahun oleh pejabat Gubernur DKI Jakarta sebelum dirinya. Presiden Jokowi mengatakan maka dari itu dia memutuskan untuk mulai mewujudkan proyek tersebut. Masalah datang saat Jokowi meminta pertimbangan berbagai pihak sebelum memutuskan untuk mulai melaksanakan proyek MRT."Saat konsultasi publik, malah ada yang tanya aneh-aneh. Mereka tanya ke saya bagaimana kalau banjir, terowongan ambrol, itu tanggung jawab gubernur?," kenang Presiden Jokowi di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (30/3).Presiden Jokowi pun mengaku heran dengan pertanyaan tersebut. Selain sangat teknis, Jokowi melihat pertanyaan tersebut salah alamat."Saya mau jawab apa? Karena itu teknis. Saya jawab bodo-bodoan saja? Itu terowongan bawah laut Inggris-Prancis tidak ambrol, subway dan metro di semua negara ada juga tidak kenapa-kenapa," tuturnya.Meski sudah melalui banyak dialog dan konsultasi publik, Presiden Jokowi mengatakan, pertentangan terhadap proyek MRT tidak berhenti sampai di situ. Saat melakukan groundbreaking proyek MRT pada 2013 lalu, masih saja muncul aksi penolakan."MRT groundbreaking di HI, saya ngomong dengan ucap Bismillah proyek MRT dimulai. Di depan saya, sekitar 3 meter ada spanduk dibuka, ada yang menolak. Ini belum digali saja ditolak," ungkapnya.Meski tetap ada penolakan, Presiden Jokowi tetap berketetapan melanjutkan proyek tersebut. "Kalau tidak berani diputuskan tidak akan dimulai," ujarnya.

Rekomendasi