Nilai tukar Ringgit merosot di tengah anjloknya harga minyak

Ringgit Malaysia melemah 0,11 persen.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Nilai tukar Ringgit merosot di tengah anjloknya harga minyak
Ringgit Malaysia. ©rakyatnews.my

Kembali turunnya harga minyak mentah membuat nilai tukar mata uang beberapa negara melemah terhadap USD, salah satunya Ringgit Malaysia.

Perdagangan hari ini, Jumat (12/2), Ringgit Malaysia melemah 0,11 persen ke 4,149 Ringgit per USD dibanding penutupan sebelumnya di 4,1445 Ringgit per USD. Sejak Januari, Ringgit telah melemah 3,48 persen terhadap USD.

Tak hanya Ringgit, nilai tukar Rupiah juga dibuka melemah di perdagangan hari ini. Rupiah dibuka merosot 39 poin ke level Rp 13.502 dari penutupan perdagangan kemarin Rp 13.463 per USD.

Analis NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, tren harga minyak dunia yang masih melanjutkan pelemahannya turut menekan laju Rupiah terhadap USD. Meski demikian, USD cenderung melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya antara lain EUR, CHF, CNY, dan JPY terimbas hasil testimony The Fed yang belum berencana mengubah suku bunga acuannya dalam waktu dekat ini.

Harga minyak mentah sempat naik 6 persen pada Jumat pekan lalu didorong kemungkinan pemotongan atau pengurangan produksi dari OPEC. Namun analis mengatakan, langkah tersebut tidak mungkin dilakukan dan kelebihan pasokan global akan tetap bertahan.

Harga minyak mentah sendiri kembali turun pada Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak mentah AS bahkan kembali menyentuh titik terendah dalam hampir 13 tahun.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret merosot lagi USD 1,24 (4,5 persen) menjadi berakhir di USD 26,21 per barel, penutupan terendah sejak Mei 2003.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk April, patokan minyak Eropa, menetap di USD 30,06 per barel, turun 78 sen (2,6 persen) dari penutupan Rabu.

"Kami melihat beberapa tren penurunan dalam ekonomi global. Kurangnya pemulihan di seluruh dunia menjaga tekanan pada pasar minyak sekarang. Selama permintaan akan tetap rendah dan ekonomi akan tetap lemah, kita akan melihat harga minyak yang rendah terus bertahan," kata Carl Larry dari Frost & Sullivan.

"Pasar minyak global tetap berada di bawah tekanan pada Kamis, karena investor semakin mengkhawatirkan resesi," kata Tim Evans dari Citi Futures.

Rekomendasi