Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli mengatakan banyaknya para trader gas yang tak memiliki infrastruktur membuat harga gas tidak
"Tidak masuk akal, harga gas di luar negeri itu sekarang cuman USD 3 - 4 per mmbtu. Kok di Indonesia harganya USD 12 per mmbtu? Ternyata karena banyak broker-broker, trader-trader, yang tidak punya fasilitas fisik tapi dapat jatah alokasi," ujar Rizal di Jakarta, Rabu (30/12).
Menurut dia, Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 37 Tahun 2015 tentang ketentuan dan penetapan alokasi dan pemanfaatan serta harga gas bumi sudah tepat untuk diterapkan. Beleid tersebut melarang penjualan berlapis, trader diwajibkan menjual langsung ke pengguna sehingga mau tidak mau trader harus membangun infrastruktur untuk menyalurkan gas ke pengguna.
"Dua minggu lalu kami sudah rapat soal gas, bagaimana supaya harga gas bisa turun. Ini harus kita benahi supaya kita lebih kompetitif.
Rizal berharap pemerintah bisa mendorong penggunaan gas bumi di Indonesia. Selain itu, harga gas bumi harus bisa ramah dengan 'kantong' agar juga bisa digunakan oleh banyak pihak.
"Gas harus bisa murah, kan dipakai untuk industri, dampak lingkungannya juga bisa lebih bersih, lebih aman dan sebagainya," pungkas dia.