Bos Pertamina akui Indonesia masih tertinggal dalam teknologi EBT

Padahal, kata dia, teknologi mempunyai peran penting dalam pengembangan EBT di tanah air.

Hana Adi Perdana
Oleh Hana Adi Perdana - Reporter
Bos Pertamina akui Indonesia masih tertinggal dalam teknologi EBT
Dirut Pertamina Dwi Soetjipto. ©2014 Merdeka.com

Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengatakan Indonesia saat ini masih tertinggal dalam penerapan teknologi energi baru dan terbarukan (EBT). Padahal, kata dia, teknologi mempunyai peran penting dalam pengembangan EBT di tanah air.

"Padahal sumber daya kita, cadangan kita banyak, tapi teknologi masih dari luar," ujar dia saat memberikan sambutan pada acara Pertamina Refining Day 2015 di Gedung Utama Pertamina, Jakarta, Selasa (15/12).

Dia mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam menghasilkan alga atau ganggang merah yang dapat diolah menjadi bioetanol. Sayangnya, teknologinya masih dikuasai oleh negara lain sehingga pengembangan energi tersebut sedikit terhambat.

"Potensi geothermal terbesar di dunia itu ada di Indonesia, tapi yang menguasai New Zealand dan beberapa negara lainnya," jelasnya.

Dwi menambahkan apabila Indonesia berhasil menguasai teknologi EBT maka akan mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Selain itu, pengelolaan energi di Indonesia juga akan semakin baik.

"Hal itu akan membantu mengurangi impor dan negara bisa lebih kuat. Tapi kalo dukungannya setengah-setengah, sampai kapanpun Indonesia tidak akan mendapat apa-apa. Hanya diam saja kekayaan alamnya dimanfaatkan oleh asing," pungkas dia.

Rekomendasi