Dunia penerbangan menggelar World Travel Awards Grand Final 2015 di Maroko. Dalam penghargaan tersebut, banyak maskapai penerbangan dunia mendapatkan gelar dari yang terbaik hingga termurah di dunia.
Dikutip dari worldairlinesawards.com, maskapai Indonesia, PT Garuda Indonesia Tbk menduduki peringkat ke-8 sebagai maskapai terbaik di dunia.
Garuda Indonesia memiliki usia pesawat yang lebih muda dibanding maskapai lainnya dengan rata-rata 4,02 tahun. Armada ini memiliki 130 pesawat pada 2014 dan meningkat menjadi 145 pesawat pada 2015.
Penghargaan dari SkyTrax ini adalah hasil pilihan dari lebih 18 juta responden yang berasal dari 160 negara melalui survei. Survei dilaksanakan terhadap lebih dari 245 maskapai penerbangan internasional.
Selain maskapai terbaik, penghargaan ini juga diberikan untuk maskapai termurah dan terbaik di dunia. Berikut maskapai penerbangan termurah di dunia yang dikutip merdeka.com:
Advertisement
AirAsia Grup kembali meraih penghargaan sebagai Maskapai Penerbangan Biaya Murah Terbaik Dunia. AirAsia meraih penghargaan ini untuk tahun ketiga dalam ajang World Travel Awards Grand Final 2015 yang diselenggarakan di Maroko.
Dalam pernyataannya, AirAsia juga meraih gelar Situs atau Website Penerbangan Biaya Murah terbaik serta Aplikasi (App) Maskapai Penerbangan Terbaik.
"Ini adalah bukti nyata upaya kami memperkuat layanan dan jaringan kami, di samping beberapa perangkat tambahan website dan aplikasi moble," ucap bos AirAsia, Tony Fernandes seperti dikutip situs berita Bernama, Senin (14/12).
Tony berjanji akan terus memperbaiki kualitas layanan pada penumpang. "Dan kami berharap untuk bisa terbang dan melayani melebihi ekspektasi penumpang di 2016."
World Travel Awards berfungsi untuk mengakui, menghargai serta merayakan keunggulan di semua sektor perjalanan dan industri pariwisata global. Ajang ini juga sekaligus menjadi jaminan atas kualitas dengan lebih dari 650.000 suara yang diberikan oleh profesional di bidang perjalanan wisata dan konsumen pariwisata kelas atas.
Advertisement
Jetstar Airways adalah maskapai penerbangan bertarif rendah asal Australia yang berpusat di Melbourne, Australia. Maskapai ini adalah anak perusahaan Qantas yang dibentuk sebagai jawaban atas maskapai penerbangan bertarif rendah Virgin Blue.
Maskapai ini beroperasi di jaringan domestik yang luas serta rute regional dan internasional dari pusatnya di Bandar Udara Melbourne. Penerbangan ini menggunakan armada keluarga Airbus A320 dan Airbus A330.
Jetstar Airways membuka semua destinasi domestik dengan 64 armada pesawat. Saat ini maskapai tersebut sedang memesan 38 pesawat jenis Airbus dan Boeing. Pendapatan Jetstar pada tahun 2010 mencapai Rp 29,2 miliar.
Advertisement
Maskapai penerbangan ini menjadi yang pertama dengan konsep termurah dengan jalur ke luar eropa. Saat ini, EasyJet beroperasi di 387 rute dengan tujuannya Eropa dan Afrika Utara.
EasyJet ini sudah terdaftar dalam bursa saham London. Tak salah maskapai ini dinobatkan sebagai salah satu maskapai termurah di dunia.
Advertisement
Norwegian Air merupakan sebuah maskapai penerbangan bertarif rendah Norwegia. Intip saja, untuk tiket pulang pergi Oslo-Bangkok hanya sekitar USD 267 atau setara Rp 3,7 juta.
Pada Juli 2015, Norwegian Air mengoperasikan 100 pesawat. Terdiri dari Boeing 737 sebanyak 92 unit dan 8 unit adalah Boeing 787 Dreamliner.Â
Advertisement
IndiGo adalah maskapai penerbangan bertarif rendah dari India. Sejak dimulai operasi pada bulan Agustus 2006, maskapai ini telah menjadi salah satu maskapai penerbangan terkemuka India menggunakan model efisien, operasi bertarif rendah dan dengan menarik pelanggan dengan tarif rendah.
Setelah peraturan India, IndiGo menerima lisensi untuk mengoperasikan penerbangan internasional setelah menyelesaikan lima tahun beroperasi. Basis utamanya adalah Bandar Udara Internasional Indira Gandhi di New Delhi. IndiGo telah dianugerahi banyak penghargaan industri penerbangan dan wisata.IndiGo memenangkan penghargaan maskapai bertarif rendah terbaik di Skytrax Central Asia.