Pakaian bekas bagi sebagian orang dianggap tidak berkelas, bahkan terkesan sebagai barang yang tidak bermanfaat dan tidak digunakan lagi. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Ria, salah seorang ibu rumah tangga dan juga konsumen yang membeli pakaian bekas untuk digunakan sehari-hari maupun untuk berpergian.
Bagi Ria, pakaian bekas memiliki kualitas lebih bagus dibanding produk baru dari dalam negeri. Selain itu, pakaian bekas dianggap ramah untuk kantong ibu rumah tangga.
"Kalau saya sih suka beli pakaian bekas itu karena cocok dengan keuangan, kualitas juga lebih bagus, lebih berkelas kalau menurut saya. Kalau yang baru itu mahal, 1 stel bisa Rp 200.000 ke atas. Kalau yang seken paling 1 stel cuman Rp 80.000, apalagi buat saya ibu rumah tangga," ujar dia saat berbincang dengan merdeka.com di salah satu toko pakaian bekas di Pasar Senen, Jakarta, Rabu (9/12).
Ibu 3 anak ini membeberkan jika dalam lemari rumahnya banyak sekali pakaian bekas yang dia beli. Ria mengaku tidak gengsi untuk membeli pakaian bekas maupun untuk dikenakan sehari-hari.
"Saya tidak gengsi, soalnya cari uang susah," tegas dia.
Untuk pakaian seken yang di beli, Ria mengaku masih pilih-pilih. Dia hanya membeli pakaian baru seperti seragam sekolah, baju muslim dan kemeja. Sementara, untuk acara formal seperti menghadiri undangan maupun acara pesta ulang tahun, dia membeli yang seken.
"Seragam sekolah, pakaian muslim itu saya beli yang baru. Tapi buat kondangan, pergi, saya beli seken. Tas dan sepatu saja saya beli seken," paparnya.
Sementara itu, salah satu pedagang pakaian bekas di Pasar Senen, Dedi Saputra, mengakui jika banyak pelanggannya lebih suka membeli pakaian bekas. Selain harganya terjangkau, motif yang ditawarkan juga lebih variatif dan tidak pasaran seperti produk dalam negeri.
"Kalau menurut saya itu karena modelnya yang variatif dan tidak pasaran. Kalau produk Indonesia standar itu-itu aja," tandasnya.
Pedagang yang biasa berjualan di blok 3 ini mengaku tidak semua pakaian bekas adalah barang yang tidak layak pakai dan bekas digunakan. Dia menyebut, jika kebanyakan pakaian bekas di Pasar Senen adalah pakaian yang tidak laku dijual di negara asalnya yang kemudian di jual ke Indonesia.
"Kebanyakan barang bekas disini itu kebanyakan bukan barang bekas dipakai. Tapi karena tidak laku dijual di negara asalnya terus dijual kesini," pungkas dia.