Bos Facebook, Mark Zuckerberg berencana mendonasikan 99 persen sahamnya ke yayasan amal yang akan didirikannya yaitu Chan Zuckerberg Initiative LLC. Nilai saham tersebut mencapai USD 45 miliar atau setara Rp 617 triliun.
Namun, rencana tersebut diduga hanya untuk menghindari pembayaran pajak. Geram dengan dugaan tersebut, Mark akhirnya buka suara.
Anak muda terkaya di dunia ini menjelaskan jika penataan entitas pada Chan Zuckerberg sebagai limited liability company (LLC), yang sahamnya akan tetap dikenakan pajak.
"Dengan menggunakan LLC bukan dasar tradisional, kami tidak menerima manfaat pajak dari memberikan saham kami ke Chan Zuckerberg Initative, tapi kami memperoleh fleksibilitas untuk menjalankan misi kami agar lebih efektif. Dan seperti orang lain, kita akan bayar pajak kapital, meski saham kami dijual ke para LLC," ujar Mark seperti dilansir CNBC.com, Sabtu (5/12).
Zuckerberg mengatakan ada keuntungan yang dirasakan usai memberikan saham atau donasinya kepada lembaga amal.
"Hal ini memungkinkan kita untuk mengejar misi kami dengan mendanai organisasi non-profit, membuat investasi swasta, dan berpartisipasi dalam kebijakan, dalam setiap kasus dengan tujuan menghasilkan dampak positif bidang kebutuhan dasar," kata dia.
"Fokus awal kami (donasi) untuk pendidikan, menyembuhkan penyakit, menghubungkan masyarakat dengan komunikasi yang kuat. Kita sudah banyak melakukan investasi selama lima tahun terakhir pada area tersebut. Kalian bisa melihat investasi itu pada laman Chan Zuckerberg Initiative," tambah dia.
Sebelumnya, Pemilik Facebook, Mark Zuckerberg, baru saja memutuskan untuk menyumbangkan seluruh sahamnya ke lembaga amal. Namun, disinyalir, langkah ini hanya sebagai langkah anak muda terkaya di dunia tersebut untuk menghindari pajak.
Dilansir dari Says, Kamis (3/12), ada beberapa hal yang menjadi poin dasar bahwa aksi Mark ini hanya sebagai bentuk penghindaran pajak. Pertama, lembaga donasi yang akan diberikan dana ialah milik Mark Zuckerberg yang nantinya akan dikelola oleh dirinya sendiri, istri, bersama anaknya kelak.
Dari sini anak Mark disebut akan mendapat potongan pembayaran pajak atas warisan ayahnya kelak sekitar 45 persen dari total kekayaan. Nilai 'penyelamatan' yang cukup signifikan tentunya dari total kekayaan yang besar.
Selain itu, Mark juga tidak membiarkan Facebook lepas begitu saja dari genggamannya. Sebab, lembaga amal tersebut akan menjadi pengelola. Sesuai namanya, Chan Zuckerberg Initiative LLC dibentuk sebagai limited liability company sehingga lembaga ini bisa melakukan investasi seperti laiknya milik swasta.
Kedua, Mark memanfaatkan aturan pajak pemerintah Amerika Serikat yang memutuskan untuk memberikan potongan hingga sepertiga dari dana yang didonasikan pada lembaga amal. Apalagi, Mark tidak sekaligus memberikan seluruh kekayaannya, melainkan sedikit demi sedikit. Di mana pada tahap awal, Mark akan memberikan USD 1 miliar per tahun.
Maka dari itu, bisa diasumsikan, semakin sedikit dana yang diberikan maka semakin besar besaran pajak yang bisa dihindari karena potongan tersebut.