Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chandra Hamzah mengajukan penolakan posisi sebagai Komisaris Utama (komut) Bank Tabungan Negara (BTN) kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Dia mengaku masih betah duduk di kursi komisaris PT. PLN (Persero).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said mengaku tidak dilibatkan perihal digesernya Chandra Hamzah. "Belum tahu saya," singkat Sudirman di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/9).
Meski tidak ada keharusan untuk melibatkan Menteri ESDM dalam hal perombakan struktur PLN, namun Sudirman menegaskan bahwa dia turut serta mengurus sektor kelistrikan. Karena itu, dia menilai pelibatan dalam diskusi mengenai struktur PLN sudah selayaknya melibatkannya.
"Tidak ada keharusan, tapi kan saya ikut urus sektor ini, jadi sebaiknya leadership tim, direksi atau komisaris itu kita bicarakan," ucapnya.
Diakui Sudirman Said, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno hingga saat ini belum melibatkannya dalam pergeseran struktur di PLN. "Belum. (Termasuk juga untuk dipindahkan ke BTN?) Apalagi, itu sudah lebih jauh lagi," tutup Sudirman.
Sebelumnya, mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chandra Hamzah, mengajukan penolakan posisi sebagai Komisaris Utama (komut) Bank Tabungan Negara (BTN) kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Dia beralasan saat ini sedang nyaman menggarap proyek listrik 35.000 mega watt (MW) di Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Di PLN sendiri, Chandra juga menduduki sebagai komut sejak Desember 2014. Dia merasa sedang adanya hubungan kerja yang baik dalam perusahaan listrik pelat merah itu. "Bersama PLN, chemistry kerja saya sedang bagus-bagusnya. Dan kita juga punya proyek 35.000 MW," kata Chandra di Jakarta, Selasa (29/9).
Chandra juga mengaku merasa tidak kompeten mendapat jabatan komut di perbankan milik BUMN itu. Chandra dipilih menjadi komut BTN sejak awal September tahun ini.