Nilai tukar Ringgit Malaysia dan Rupiah terus melemah. Bahkan mata uang kedua negara menyentuh level terendah sejak 17 tahun silam.
Dilansir dari reuters, merosotnya nilai tukar Ringgit Malaysia dan Rupiah terjadi karena kekhawatiran terus-menerus soal kesehatan ekonomi China. Selain itu, pelemahan ekonomi global juga memberi sentimen risiko yang menghantam nilai tukar mata uang negara berkembang.
Ringgit Malaysia jatuh hingga menyentuh level RM 4,4650 per USD. Ini merupakan level terendah sejak Januari 1998. Demikian menurut data Thomson Reuters.
Sedangkan Rupiah merosot ke level di atas Rp 14.730, dan ini merupakan level terendah sejak Juli 1998.
Tak hanya itu, nilai tukar dolar Singapura juga merosot ke level terendah dalam enam tahun terakhir di level 1,4335 dolar Singapura per USD.
Informasi saja, pergerakan nilai tukar Rupiah pagi ini, Selasa (29/9) sangat bergejolak. Nilai tukar dibuka pada level Rp 14.727 per USD dan kemudian terus melemah.
Data Bloomberg mencatat, Rupiah sempat menyentuh titik terendah yaitu Rp 14.813 per USD pada pukul 09.05 WIB. Namun kemudian Rupiah kembali bergerak menguat dan berada di level Rp 14.734 per USD.
Perdagangan kemarin, nilai tukar Rupiah ditutup melemah 19 poin atau 0,13 persen di level Rp 14.674 per USD, atau melemah dari pembukaan di Rp 14.661 per USD.
Kemarin, Rupiah sempat menyentuh titik terlemah pada tengah hari atau pukul 12.50 WIB yaitu nyaris Rp 14.800 per USD. Data Bloomberg mencatat, Rupiah sempat berada di level Rp 14.781 per USD.