Menengok sejarah dolar Amerika Serikat menguasai dunia

Keperkasaan dolar mulai terlihat setelah Perang Dunia II.

Ririn Radiawati
Oleh Ririn Radiawati - Reporter
Menengok sejarah dolar Amerika Serikat menguasai dunia
Penukaran dolar meningkat. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Akhir-akhir ini mata uang dolar Amerika Serikat menjadi momok bagi beberapa mata uang dunia, terutama di Asia. Betapa tidak? Amerika Serikat tengah mencoba kembali berdiri setelah terpuruk berkepanjangan akibat badai krisis keuangan tahun 2008 silam. Ini berdampak pada menguatnya nilai tukar mata uangnya.

Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena imbas penguatan dolar. Rupiah tercatat terus melemah selama beberapa bulan terakhir. Bahkan, telah melebihi level Rp 14.000 dan sempat menyentuh level terendah sejak 1998.

Dengan dolar yang menjadi penentu mata uang lain di dunia, muncul suatu pertanyaan: Apa keistimewaan dolar sehingga menjadi acuan seluruh dunia untuk nilai tukarnya? Lalu, kenapa dolar menjadi mata uang paling berpengaruh di seluruh dunia?

Senior Professor Cornell University, Eswar Prasad dalam bukunya "The Dollar Trap" menjelaskan sedikit mengenai sejarah keperkasaan dolar di dunia.

Dilihat dari sejarah, keperkasaan dolar mulai terlihat setelah Perang Dunia II. Namun, sebelum itu, perekonomian Amerika Serikat telah menjadi yang terbesar pada 1870-an. Bahkan, di awal 1990, Amerika Serikat telah menguasai perdagangan dunia. Namun penguasaan ekonomi dan perdagangan belum menjadikan satu mata uang dipercaya pasar. Amerika Serikat yang waktu itu belum mempunyai bank sentral masih belum dipercaya sebagai negara yang aman untuk berinvestasi.

Undang Undang Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve Act yang diterbitkan pada 1913 telah menjadi dorongan yang substansial dalam memperluas penggunaan dolar di perdagangan internasional dan transaksi keuangan. Selain itu, beberapa pengaruh eksternal juga turut menjadi pemicu pentingnya dolar.

Contohnya saat serangan awal Perang Dunia I, negara-negara peserta Perang Dunia I menunda untuk menukar cadangan devisanya ke emas sehingga mereka bisa membiayai perang dengan mencetak uang mereka sendiri. Kondisi ini mendorong posisi dolar menjadi mata uang cadangan devisa.

Sejak dolar menyalip Poundsterling yang diperkirakan terjadi pada 1920-an, dolar menjadi pusat sistem moneter global. Setelah itu, keperkasaan dolar dikukuhkan melalui Bretton Woods dan dijadikan acuan pertukaran mata uang pada 1945.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Hal tersebut ditujukan untuk meredam kompetisi mata uang yang intens yang telah menghambat perdagangan dunia setelah Great Depression. Dengan sistem tersebut, mata uang lain dibandingkan terhadap Dolar, di mana juga bisa dibandingkan dengan emas. Sebagai catatan, Bretton Woods adalah sistem perekonomian dunia yang dihasilkan dari konferensi produk kerjasama antara Amerika Serikat dan Inggris.

Meskipun era standar emas berakhir pada 1970-an, hal tersebut tidak menggoyahkan posisi dolar di pasar keuangan global. Selain itu, ketimpangan antara perekonomian AS dan negara-negara lain yang semakin lebar dan juga pasar mata uang AS menjadi terbesar sedunia, semakin memperkuat dolar.

Rekomendasi