Pembelaan Rizal Ramli dicap tukang bikin gaduh kabinet Jokowi-JK

Menko Rizal Ramli nampak santai menanggapi kecaman yang dialamatkan padanya.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Pembelaan Rizal Ramli dicap tukang bikin gaduh kabinet Jokowi-JK
Rizal Ramli-Jokowi. ©2015 Merdeka.com

Sejak hari pertama menjabat Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli langsung menyita perhatian publik. Dia langsung mengkritik sejumlah kebijakan yang dinilainya tidak tepat.

Sebut saja saat dia mengusulkan menghentikan pembelian pesawat Garuda Indonesia, revisi proyek pembangkit listrik 35.000 MW, hingga soal pulsa listrik yang disebutnya ada peran mafia sampai rencana pembangunan infrastruktur penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) oleh PT Pertamina (Persero).

Ujungnya, dia dicap tukang bikin gaduh dalam kabinet. Kritik yang dilontarkan terkait rencana pembelian pesawat Garuda Indonesia membuat panas kuping Menteri BUMN Rini Soemarno. Kritiknya soal proyek listrik 35.000 MW membuat Wapres Jusuf Kalla meradang. Bahkan hubungan keduanya sempat memanas setelah Rizal Ramli menantang Jusuf Kalla berdebat. Setelah tantangan itu, kecaman ke Rizal Ramli datang silih berganti.

Meski akhirnya keduanya sudah berdamai, Menko Rizal Ramli nampak santai menanggapi kecaman yang dialamatkan padanya. Termasuk saat anggota DPR menanyakan alasannya sering bikin kegaduhan di internal kabinet.

Merdeka.com mencatat pembelaan Rizal Ramli dicap bikin onar kabinet. Berikut paparannya.

Gaduh ada isinya
Rizal Ramli. ©2015 Merdeka.com/efrimal bahri

Rizal Ramli menjawab santai ketika dituding kerap bikin onar. Dia mengatakan kegaduhan yang dibuatnya bukan kegaduhan biasa.

"Saya bukan gaduh biasa. Gaduh saya ada isinya, tidak gaduh hanya di kulitnya saja. Kalau gaduh hanya di kulitnya saja itu adalah infotainment. Saya enggak tertarik dengan infotainment," kata Rizal.

Ungkap fakta
Rizal Ramli-Jusuf Kalla. ©2015 Merdeka.com

Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli mengaku tidak sama sekali berniat membuat gaduh kabinet. Dia mengklaim hanya berniat mengungkap kebenaran dan fakta yang dilihatnya.

"Daripada kita diam-diam saja ternyata di dalamnya KKN, mendingan kita ungkap fakta saja," papar Rizal.

Bikin gaduh, investor senang
Rizal Ramli-Jusuf Kalla. ©2015 Merdeka.com

Mantan Menko Perekonomian era Gus Dur ini menilai kegaduhan yang terjadi belakangan ini sebenarnya justru menarik investor.

"Investor juga senang kalau ada gaduh karena berarti kita terbuka. Kalau ada yang bilang gaduh-gaduh investor tidak jadi datang, saya pikir itu cara pandang kuno, cara pandang Orde Baru," tegas Rizal.

Atas nama hemat anggaran
Rizal Ramli dan Xanana Gusmao. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Rizal Ramli mengklaim, semua usulan yang menimbulkan kegaduhan dilakukan atas nama penghematan. Uang yang dikeluarkan harus efektif dan ada manfaatnya.

"Kita harus belajar sehemat mungkin karena memang banyak sekali pengeluaran anggaran yang tidak efisien. Tugas kita agar anggaran betul-betul efisien dan ada manfaatnya. Ini kan belum spesifik," kata Rizal di Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Rabu (9/9).

Tiru Ali Sadikin
Menko Rizal Ramli dan penasihat khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi. ©2015 Merdeka.com

Soal pengelolaan anggaran, Rizal Ramli mengaku terinspirasi sosok mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Meski latar belakangnya bukan birokrat, Ali Sadikin berhasil menata dan memajukan ibu kota.

"Kalau saya ingin belajar dari almarhum Ali Sadikin. Dulu dia waktu jadi Gubernur DKI dia katakan bahwa dia tidak ngerti apa-apa, dia Laksamana jadi Gubernur DKI," kata Rizal.

Sikap Ali Sadikin yang menginspirasinya adalah berkaitan dengan penggunaan anggaran proyek di mana saat itu Ali Sadikin masih awam dalam menangani persoalan proyek-proyek pembangunan Jakarta.

"Jadi biasanya kalau ada yang usul proyek, dia (Ali Sadikin) selalu potong anggarannya, harinya dipercepat dan ternyata berhasil. Menurut saya masih banyak lemak-lemak itu perlu dikurangi supaya anggaran itu bisa efisien," tutur Rizal.

Rekomendasi