5 Kesalahan fatal kelola keuangan, termasuk beli mobil baru

Kesalahan pengelolaan keuangan seperti ini dilakukan banyak orang.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
5 Kesalahan fatal kelola keuangan, termasuk beli mobil baru
6 Mobil baru siap gemparkan Indonesia. ©2014 Merdeka.com

Tidak dipungkiri lagi, mayoritas masyarakat Indonesia kini banyak yang menyambung hidup dari bulan ke bulan. Maksudnya, gaji satu bulan habis untuk pengeluaran dan harus menunggu gaji bulan berikutnya.

Inti masalah ini sebenarnya bukan dari seberapa besar gaji atau pendapatan Anda. Namun, ini terjadi karena pengelolaan uang yang salah. Anehnya lagi, meski sudah salah kebanyakan orang masih tetap mengulangnya di kemudian hari.

Mulai hari ini, Anda bisa mengubah cara pengelolaan uang dengan membuat keputusan cerdas dan memahami agar kesalahan tidak terulang lagi. Anda harus berani mengambil tindakan untuk membangun kekayaan dan pengelolaan keuangan yang sehat.

Berikut ini, merdeka.com mencoba merangkum beberapa kesalahan fatal dalam mengelola keuangan. Kesalahan ini sering diulang masyarakat dan mulai sekarang harus ditinggalkan.

Berikut penjelasannya seperti dilansir merdeka.com dari Therichest di Jakarta, Rabu (2/9):

Tak ada simpanan pensiun

Tak ada simpanan pensiun
Ilustrasi pensiun. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Diego Cervo

Untuk mengetahui berapa banyak uang yang harus ditabung untuk pensiun adalah hal yang sulit. Namun, yang paling penting adalah Anda harus menciptakan masa depan atau masa tua bebas dari rasa khawatir.

Banyak pekerja saat ini yang menghindari simpanan pensiun. Namun, Anda harus sadari ada saatnya Anda mencapai puncak penghasilan, di mana setelah itu Anda akan menukik turun dan mulai merasa panik, sedikit takut bagaimana Anda akan hidup di masa tua nanti.

Pengelolaan keuangan yang benar adalah Anda harus mulai menabung saat ini minimal Rp 100.000 per bulan. Anda bisa menghilangkan rasa khawatir di masa tua nanti.

Banyak pengeluaran tidak perlu

Banyak pengeluaran tidak perlu
Ilustrasi minum kopi. Shutterstock/Juice Team

Mayoritas masyarakat tak sadar bahwa banyaknya uang yang dihabiskan untuk hal yang kecil dan tidak penting. Misalnya, ketika Anda harus minum kopi di mal maka harganya jauh lebih mahal dari pada membuat kopi sendiri di rumah.

Pengeluaran minum kopi di mal memang tidak begitu besar. Namun, jika jika dilakukan berulang kali atau misalnya dua kali seminggu maka biayanya cukup besar.

Tidak hanya itu, kebanyakan orang makan siang di kantin kantor atau bahkan ke mal. Namun, ini akan jauh lebih irit jika membawa makanan dari rumah saat bekerja.

Membuat makan siang sendiri mungkin akan jauh lebih hemat mencapai dua per tiga biaya makan di kantin atau mal.

Jika Anda bisa menghilangkan ini, mungkin mulai sekarang Anda bisa menabung atau melunasi utang.

Hidup bergantung gaji

Hidup bergantung gaji
Naik gaji. ©huffingtonpost.com

Tidak hanya di Indonesia, di Amerika Serikat juga banyak orang yang hidup bertahan dari gaji ke gaji. Pada saat gaji sudah habis, Anda terpaksa bertahan menunggu gaji bulan berikutnya.

Data dari CBSnews.com, satu dari tiga orang Amerika Serikat masih hidup dari gaji ke gaji.

Meski sudah kesulitan seperti ini, banyak orang yang berpikir tidak ada jalan keluar. Namun, para ahli keuangan mengatakan cukup mudah keluar dari situasi seperti ini dengan meninggalkan kebiasaan pengeluaran tambahan yang kecil seperti minum kopi di luar.

Anda harus belajar menyimpan uang ekstra dan kemudian memulai menghapus utang. Sebelum Anda menyadarinya, Anda akan hidup dengan keuangan yang lebih stabil.

Menabung meski punya utang

Menabung meski punya utang
Ilustrasi menabung. ©2012 Shutterstock/Brian A Jackson

Banyak ahli atau perencana keuangan yang mendorong seseorang untuk tetap menabung meski punya utang. Namun, kali ini Anda harus meninggalkan dan melupakan nasehat tersebut.

Pertimbangkan, jika Anda masih punya utang maka Anda harus membayar bunga utang yang jauh lebih besar dari bunga simpanan (deposito). Pertama kali harus dilakukan sebelum menabung adalah lunasi utang.

Sebagai contoh, jika Anda masih punya utang maka Anda harus membayar bunga di kartu kredit sebesar 20 persen. Sedangkan bunga tabungan hanya berkisar di bawah 10 persen. Dengan demikian, jika Anda paksakan menabung ketika punya utang, maka saldo itu hanya akan tergerus bayar bunga utang.

Membeli mobil baru

Membeli mobil baru
6 Mobil baru siap gemparkan Indonesia. ©2014 Merdeka.com

Membeli mobil baru adalah salah satu kesalahan dalam mengelola keuangan. Anda lebih baik membeli mobil bekas mewah.

Logikanya adalah, ketika Anda membeli mobil baru dengan harga mahal dan jika dijual lagi maka harga mobil tersebut akan turun drastis. Hal ini jauh beda ketika Anda membeli mobil bekas mewah yang harga jualnya tidak turun drastis atau tetap.

Menurut edmunds.com, mobil baru akan kehilangan nilainya setiap menit Anda pakai. Jadi, mengapa buang-buang uang untuk membeli mobil baru?

Rekomendasi