Tarif batas bawah naik, Tony Fernandes sebut Jonan is the boss

Kebijakan ini diakui sudah berdampak pada kinerja maskapai. Penurunan terjadi pada penumpang penerbangan domestik.

Angga Yudha Pratomo
Oleh Angga Yudha Pratomo - Reporter
Tarif batas bawah naik, Tony Fernandes sebut Jonan is the boss
CEO AirAsia Tony Fernandes. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Akhir tahun lalu Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan No 91 Tahun 2014. Isinya menaikkan tarif batas bawah tiket penerbangan.

Putusan itu lahir akibat banyaknya maskapai yang menerapkan tarif promo. Khususnya maskapai penerbangan murah atau dikenal Low Cost Carrier (LCC). Dengan adanya aturan ini maka tarif batas bawah kini menjadi 40 persen dari batas atas.

Salah satu maskapai LCC, AirAsia Indonesia akan tunduk aturan pemerintah. Keputusan itu diyakini bakal berdampak signifikan pada tingkat keterisian dan pertumbuhan penumpang AirAsia. "Tapi apa yang bisa dilakukan, he's (Jonan) the boss," ujar Co-Founder dan Grup CEO AirAsia Tony Fernandes di Jakarta, Senin (10/8).‬

Dia siap menanggung risiko naiknya tarif batas bawah. Kebijakan itu diakui sudah berdampak pada kinerja maskapai. Penurunan terjadi pada penumpang penerbangan dalam negeri.

"Internasional, turis tidak masalah. Tapi domestik yang cukup menderita," tegasnya.

‪Bos AirAsia Grup ini juga mengakui kenaikan tarif batas bawah membuat modal maskapai asal Malaysia ini merugi.

Presiden Direktur PT Indonesia AirAsia, Sunu Widyatmoko menuturkan, perusahaan akan menambah kapasitas penerbangan jalur Internasional untuk menutup potensi penurunan penumpang penerbangan domestik.

‪"Untuk Tarif bawah domestik itu kita akui bahwa domestik market kita mengalami tantangan yang cukup besar, bagi AirAsia ke depannya karena melihat prospek domestik yang menurut kita masih kurang menarik dibanding internasional, maka kita memutuskan untuk menambah frekuensi atau menambah kapasitas kita untuk internasional," jelasnya.

Rekomendasi