Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat nilai investasi pada semester pertama 2015 mencapai Rp 259,7 triliun. Meningkat 16,6 persen dibanding periode sama pada tahun lalu.
Kepala BKPM Franky Sibarani mengklaim investasi tetap tumbuh di tengah perlambatan ekonomi.
"Investasi tetap bergeliat tumbuh saat perekonomian sedang melambat," ujar Franky saat jumpa pers, Jakarta Selatan, Senin (27/7).
Selain itu, lanjut Franky, investor berminat menanamkan modal di luar Jawa. Itu terlihat dari peningkatan investasi sebesar 25,5 persen.
"Berdasarkan wilayah pada semester 1 2015 di luar Jawa sebesar Rp 115,2 triliun, hal itu meningkat 25,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 91,7 triliun," jelasnya.
Sedangkan, lanjut Franky, investasi di Jawa mencapai Rp 144,5 triliun.
Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM M. Azhar Lubis menambahkan, realisasi investasi di semester pertama 2015 tersebut berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 85,5 triliun naik 17,4 persen dari sebelumnya sebesar Rp 74,8 triliun.
"Sedangkan Penanaman Modal Asing Rp 174,2 triliun, naik 16,1 persen dibanding semester I 2014 Rp 150 triliun," tandasnya.