Setelah tiga ditutup, akhirnya perbankan di Yunani bakal kembali dibuka hari ini, Senin (20/7). Keputusan tersebut keluar menyusul kucuran dana talangan dari negara-negara Uni Eropa. Meski mulai beroperasi, pemerintah Yunani tetap membatasi penarikan uang melalui ATM. per hari hanya dibatasi USD 67.
Dilansir dari CNN, Minggu (19/7), keputusan mengaktifkan kembali perbankan Yunani setelah pemimpin Eropa melalui Bank Sentral Eropa berkomitmen memberi dana darurat kepada pemerintah Yunani sebesar USD 96 miliar. Namun baru dikucurkan USD 7,6 miliar atau Rp 101,4 triliun untuk membayar utang-utang Yunani, termasuk pada Dana Moneter Internasional atau IMF. Dana tersebut merupakan penyelamatan ketiga dari Eropa sejak 2010.
Aktifnya lagi sektor perbankan diyakini bakal menghindari antrean panjang yang sempat terlihat sebelum Yunani dinyatakan bangkrut.Selain untuk membayar utang, dana darurat dari Bank Sentral Eropa juga bakal digunakan untuk menyuntik modal perbankan.Diberitakan sebelumnya, rincian pengucuran dana akan dibicarakan dalam minggu ini karena Yunani membutuhkan 2 miliar euro untuk membayar utang ke IMF dan 3,5 miliar euro untuk membayar utang ke bank sentral Eropa. Jatuh tempo pembayaran utang pada Senin, pekan depan.
Ekonomi Yunani hancur lebur beberapa tahun terakhir. Kacaunya sistem pembayaran pensiun dituding sebagai biang keladi bangkrutnya Yunani. Selain itu, negara ini juga menutupi anggaran negara dengan utang yang totalnya hingga saat ini mencapai USD 255 miliar atau setara dengan Rp 3.402 triliun. Semua utang ini dalam bentuk pinjaman bailout sejak 2010 silam.