Hebohnya acara mudik bersama yang dilakukan banyak perusahaan negara maupun swasta membuat girang masyarakat. Memang, sesuatu yang gratis itu selalu menyenangkan dan sangat dicari.Hal ini terlihat dari besarnya jumlah peserta mudik gratis yang mencapai puluhan ribu orang dan menggunakan ribuan bus.Pemerintah sendiri mendorong program mudik gratis terus ditingkatkan. Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menyarankan agar para perusahaan menyelenggarakan mudik bersama. Sehingga meringankan dan mempermudah para pekerja/buruh serta keluarganya yang akan mudik ke kampung halamannya masing-masing.Apalagi kegiatan mudik bersama ini merupakan upaya perusahaan memberikan kesejahteraan bagi pekerja dan keluarganya, yang merupakan salah satu upaya perusahaan dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis di perusahaan.Adanya mudik bersama ini, juga diyakini mengurangi mampu menekan angka kecelakaan para pemudik sepeda motor.Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bahkan menargetkan seluruh perusahaan pelat merah menyelenggarakan mudik gratis tahun depan.Di samping kesenangan, tentunya ada yang bersedih. Pada hajatan mudik gratis ini, para pengusaha bus khususnya pemilik angkutan antar kota antar provinsi harus mengencangkan ikat pinggang. Lantaran mereka mengalami penurunan jumlah penumpang akibat maraknya mudik gratis.Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Adrianto Djokosoetono mengakui bahwa kondisi ini menjadi permasalahan pelik. Di sisi lain, pihaknya juga merasa dilema."Banyaknya acara mudik gratis, ini memasng dilema," kata Andre sapaan akrab Adrianto kepada merdeka.com, Minggu (12/7).Organda, di satu sisi, menyadari perusahaan lebih memilih menggunakan bus pariwisata karena ketiadaan fasilitas dan kenyamanan penumpang, khususnya dari bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).Namun, di sisi lain, pihaknya tidak menampik turut senang karena pengusaha bus pariwisata meraup untung."Bus Pariwisata juga orang kita juga. Kalau temen-temen AKAP berharap tidak hanya Pariwisata yang dapat (jatah mudik gratis)," tegasnya.Walau usaha bus AKAP dirasakan 'loyo' pada musim mudik tahun ini, namun Andre tidak cepat pesimis. Akan banyak perubahan yang dirinya janjikan bagi transportasi darat ke depannya.Berikut upaya Organda bangkitkan nasib bus di musim mudik Lebaran:
Advertisement
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Adrianto Djokosoetono berharap banyak perusahaan penyedia jasa mudik gratis tidak hanya memakai bus Pariwisata. Perlu juga memakai bus AKAP.
 Dia menyarankan agar para perusahaan itu melakukan sistem campur. Sehingga transportasi darat di musim Lebaran ini jadi terpadu.  "Sebenarnya itu sah saja (mudik gratis), tapi kebanyakan yang mereka pakai pariwisata. Sedangkan yang bus punya trayek (bus AKAP) masih kurang. Mungkin perlu di mix (campur)," kata Adrianto.  Keluhan ini, kata Adrianto, juga telah disampaikan para pengusaha bus AKAP.  "Kalau temen-temen AKAP berharap tidak hanya bus Pariwisata yang dapat," terangnya.
Advertisement
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Adrianto Djokosoetono mengakui bahwa pihaknya memang belum mampu menjadi penyedia fasilitas mudik gratis. Khusunya bagi bus yang mempunyai trayek alias AKAP.
 "Kita berkaca pada diri kita, kita harus perbaiki fasiitas dan kenyamanan terminal," kata Adrianato.  Bila kondisi itu sudah terpenuhi, tidak menutup kemungkinan banyak perusahaan tergiur pakai bus AKAP. Untuk itu pihaknya berjanji bakal membenahi segala permasalahan angkutan darat.
Advertisement
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Adrianto Djokosoetono berjanji banyak perubahan yang dihadirkan dalam kepemimpinan barunya. Terutama menangani musim mudik gratis yang dilakukan tiap tahun.
 Adrianto mempunyai ide bakal menggandeng perusahaan agar membelu tiket bus trayek alias AKAP untuk mudik gratis. Sehingga tidak hanya memakai bus pariwisata.  "Bisa saja nanti pakai bus trayek dengan belikam tiket," ujar Adrianto.  Rencana itu bakal diterapkan tahun depan. Adrianto sesumbar bahwa pengelolaan angkutan darat akan jadi lebih baik dibanding sebelumnya.  "Kita tahun depan bisa lebih baik, banyak perusahaan agar memakai AKAP," tegasnya.
Advertisement
Upaya perbaikan yang dilakukan Organda banyak dijanjikan. Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Adrianto Djokosoetono sesumbar bakal melakukan monitoring bus trayek laiknya pesawat.
 Ini dilakukan seiring banyaknya kelakukan "bandel" bus trayek semena-mena memindahkan penumpang ke bus lain. Hal itu membuat ongkos penumpang bertambah.  "Ini kita sedang konsolidasikan. Mungkin perubahan yang lebih baik akhir tahun. Jadi semua integrasi. Jadi kalau kita bisa monitor semua," jelasnya.
Advertisement
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Adrianto Djokosoetono menegaskan banyak mendapat perintah Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam memajukan trasportasi angkutan darat. Dia diingatkan lebih mengutamakan keselamatan.
Ada tiga sektor keselamatan yang menjadi prioritasnya. Pertama kepada kesiapan kendaraan. Â "Fokus keselamatan pengecekan kendaraan ditegaskan. Jadi, kendaraan, keamanan, kelayakan itu dicek," ujarnya. Â Untuk kedua, faktor keselamatan dari pengemudi. Selain kesehatan, juga diperlukan pengaturan jadwal bagi pengemudi. Â "Punya jadwal yang baik supaya pastikan punya jadwal istirahat yang baik. Semua trayek bus sudah saya imbau," tegasnya. Â Terakhir keselamatan dari eksternal. Pihaknya juga mengganden kepolisian untuk masalah satu ini. Sebab banyak kejahatan maupun keisengan yang membuat celaka penumpang dan pengemudi. Â "Polisi kita koordinasikan terutama di derah yang rawan kriminalitas," ujarnya. Â Dia menceritakan, baru-baru ini terjadi kejadia membahayan penumpang. Karena faktor iseng, seorang bocah melempar batu ke bus di jalur Jawa. Â "Ini anak iseng yang berbahaya. Kalau bukan anak kecil ini bisa kriminal dan berujung penjarahan. Jangan sampai jalur kita seperti dijalur Gaza, Palestina (berbahaya)," terangnya.