Mantan stafsus presiden sebut Lebaran menteri ekonomi tak nyaman

Pemerintah harus selalu waspada dampak dari gejolak ekonomi China dan Yunani.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Mantan stafsus presiden sebut Lebaran menteri ekonomi tak nyaman
Jokowi lantik menteri Kabinet Kerja. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Mantan staf khusus presiden bidang ekonomi dan pembangunan era Susilo Bambang Yudhoyono, Firmansyah mengatakan, Indonesia tengah dirundung permasalahan perekonomian yang pelik. Setelah Yunani bangkrut, kini China rekanan bisnis terdekat Indonesia pasar sahamnya tengah anjlok.Dia‎ mengharapkan pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap permasalahan perekonomian yang terjadi. Bahkan, para menteri harus siaga meski tengah cuti bersama Hari Raya Idul Fitri."Kabinet kerja bidang ekonomi mungkin liburan Lebarannya tak akan nyaman, karena (naik turun) saham Tiongkok masih terus berjalan," ujarnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (12/7).Rektor Universitas Paramadina ini juga mengingatkan potensi masalah yang dibawa oleh Yunani. Yakni, jika Yunani keluar dari zona Euro, akan memicu penguatan Dolar dan tentunya akan melemahkan Rupiah."Meskipun ekspor dan investasi dengan Yunani itu kecil. Tapi ketika Yunani misalnya keluar dari Euro, ini akan memicu Dolar AS menjadi kuat terhadap Rupiah,"‎ tutup Firmansyah.

Rekomendasi