Jasa sopir pribadi, celah bisnis dari kelelahan di perjalanan mudik

Jasa sopir mudik biasanya sekitar Rp 300.000 sampai Rp 500.000 per hari atau selama 12 jam kerja.

Angga Yudha Pratomo
Oleh Angga Yudha Pratomo - Reporter
Jasa sopir pribadi, celah bisnis dari kelelahan di perjalanan mudik
Jasa sopir pribadi, celah bisnis dari kelelahan di perjalanan mudik

Tidak hanya bisnis penyewaan mobil yang memasuki masa panen saat musim mudik Lebaran. Jasa sopir pribadi pun ikut laris manis. Kemacetan dan kepadatan arus mudik membuat sebagian orang yang menggunakan kendaraan pribadi memilih menggunakan jasa sopir agar tak kelelahan di perjalanan.

Budi mengaku, musim mudik Lebaran menjadi hari yang ditunggu-tunggu. Sebagai penyedia jasa sopir pribadi, Budi mengaku kerap menerima banyak permintaan mengantar pulang ke kampung halaman. Otomatis Budi tidak merayakan Lebaran bersama keluarga.

Karena bekerja pribadi, Budi mengaku bebas menentukan tarif. Dia menceritakan, tarif yang dipatok tentu berbeda dengan tarif sopir biasa. Harganya lebih mahal.

Jasa sopir mudik, kata Budi, biasanya sekitar Rp 300.000 sampai Rp 500.000 per hari atau selama 12 jam kerja. Tapi tarif itu masih bisa dinegosiasikan. Sedangkan pada hari biasa, tarif biasanya berkisar Rp 150.000 per hari.

"Tergantung nanti majikannya. Harga bisa dinego tergantung waktu tempuh dan jarak tujuannya," kata Budi kepada merdeka.com, Senin (6/7).

Pria berusia 32 tahun ini menuturkan, bayaran atau tarif yang diterimanya itu bersih alias tanpa potongan. Dia pun tak perlu susah-susah memikirkan makan mengingat itu pasti disediakan pihak yang menyewa jasanya.

"Kalau makan ya itu tergantung bagaimana majikannya nanti. Biasanya nanti dikasih makan juga," ungkapnya.

Dia menceritakan, selama ini paling jauh membawa pemudik ke Medan, Sumatera Utara, pada musim mudik 2014. "Sampai Rp 5 juta, itu rute Medan," terangnya.

Rekomendasi