3 Bulan jadi menteri, Jonan rajin tebar ancaman

Tugas Jonan memang terbilang tidak mudah, membenahi karut marut sistem transportasi di Indonesia.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
3 Bulan jadi menteri, Jonan rajin tebar ancaman
Menhub Ignasius Jonan. ©2014 Merdeka.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah membeberkan susunan kabinet pemerintahannya untuk lima tahun ke depan bernama Kabinet Kerja. Tak sedikit wajah baru yang menduduki sejumlah pos Kementerian di Tanah Air ini.Salah satunya adalah Ignasius Jonan yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero). Kesuksesan Jonan membenahi perkeretaapian membuatnya dipercaya untuk menduduki orang nomor satu di Kementerian Perhubungan."Kita tahu semuanya dia adalah Dirut PT Kereta Api Indonesia kemudian profesional yang berpengalaman dalam pengelolaan sektor transportasi publik," ungkap Jokowi.Kini, sudah tiga bulan Ignasius Jonan bekerja sebagai Menteri Perhubungan. Tugasnya tidak mudah, membenahi karut marut sistem transportasi di Indonesia. Termasuk di dalamnya, pembenahan infrastruktur pendukung moda transportasi."Pemerintah akan terus membangun dan mengembangkan infrastruktur transportasi baik darat, laut dan udara maupun kereta api di seluruh Indonesia agar akses masyarakat semakin terbuka, pulau-pulau dapat terkoneksi dengan baik dan perekonomian masyarakat semakin tumbuh dengan baik pula," ungkap Jonan beberapa waktu lalu.Jonan mengaku saban hari menerima 400 surat elektronik. Ratusan email tersebut masuk melalui alamat email jonan@dephub.go.id. Jonan menyediakan alamat emailnya itu untuk mendengar keluhan masyarakat terkait permasalahan transportasi di dalam negeri."Email ke saya langsung, sehari 80-150 saya jawab. Dua minggu lalu 400 email," ujarnya.Banyaknya masalah dan tingginya ekspektasi masyarakat membutuhkan ketegasan sikap Jonan untuk pembenahan. Maka dari itu, Jonan tak ragu menebar ancaman bagi siapa saja yang melanggar aturan dan tidak bekerja maksimal."Memang mengolah industri transportasi banyak emosional, mau tarifnya dinaikan atau diturunkan atau tidak diapa-apakan semua protes mending langsung menteri saja yang putuskan," ujarnya.Wakil Ketua Komisi V DPR-RI Yudi Widiana bakal mengapresiasi Jonan jika mampu membenahi permasalahan transportasi dalam waktu cepat. "Tapi jangan sekedar omong kosong."Apa saja ancaman Jonan sejauh ini? Berikut merdeka.com akan merangkumnya untuk pembaca.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yakin dapat menghilangkan praktik calo tiket pesawat. Calo selama ini kerap menjadi citra buruk di bandara seluruh Indonesia. Maka dari itu, Jonan segera merealisasikan rencana penghapusan konter tiket di setiap bandara.Menurut dia, peraturan penghapusan konter tiket tersebut akan diterapkan pada 15 Februari 2015. Namun, Jonan akan memberikan tenggat waktu selama tiga bulan untuk para maskapai berbenah.Jonan menambahkan pemerintah siap mencabut izin operasional maskapai jikalau memang terbukti tetap ada praktik percaloan saat konter tiket sudah dihapuskan. "Tidak ada masalah saya perpanjang sampai 3 bulan, kalau masih ada praktik percaloan saya tutup (operasional maskapai), tetapi kalau tidak ada ya jalan," tuturnya.Bahkan, Jonan mengancam akan meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno untuk memecat manajemen PT Angkasa Pura jika praktik percaloan masih tetap ada."Kalau tetap begitu ya manajemen airport itu yang diubah," jelas dia.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengaku akan menaikkan standar keselamatan penerbangan dari saat ini kategori II menjadi kategori I, sesuai ketentuan Badan Penerbangan Amerika Serikat (FAA). Bagi Jonan, aspek keselamatan tidak bisa ditawar-tawar, ini penting untuk menurunkan risiko angka kecelakaan di sektor penerbangan.Jonan mengancam bakal mencabut izin usaha maskapai penerbangan jika mengesampingkan aspek keselamatan. "Saya tidak mau toleransi soal keselamatan. Saya cabut izinnya kalau tak utamakan keselamatan," ujarnya di Gedung Kemenhub, Jakarta, Rabu (10/12).Tidak hanya maskapai penerbangan saja yang harus mengutamakan aspek keselamatan, semua transportasi juga harus menerapkan itu. Jonan mengaku lebih fokus pada upaya mengurangi angka kecelakaan, setelah itu perbaikan pelayanan. "Mengurangi angka kecelakaan terpenting dari pelayanan," katanya.

Jonan juga mengancam melakukan pemecatan untuk pegawainya yang lalai jika memberikan izin operasi saat moda transportasi kelebihan muatan. Hal ini guna mengurangi angka kecelakaan di jalan raya jelang momen Natal dan Tahun Baru."Kalau sanksinya itu kalau soal safety, saya tidak mau toleransi. Kalau ada rekan di Kemenhub yang menoleransi, saya bebas tugaskan. Titik. Safety nggak ada toleransi. Toleransi itu minta gusti Allah aja," ujarnya.Pihaknya juga telah menegaskan kepada operator transportasi agar mengutamakan keselamatan, terlebih saat kepadatan di momen Natal dan Tahun Baru.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperoleh tambahan alokasi anggaran Rp 20,96 triliun dalam postur Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015. Dengan tambahan itu, total alokasi anggaran Kemenhub mencapai Rp 64,95 triliun.Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengaku bakal lebih selektif dalam pengelolaan anggaran di Kementeriannya. Bahkan, Jonan berencana menghentikan program atau proyek transportasi baru yang dibiayai dari utang."Kita kurangi pinjaman luar negeri. Dan kami akan menghapus anggaran yang tidak mampu meningkatkan aspek keselamatan dan pelayanan transportasi," ujarnya di Komisi V DPR, Jakarta, Rabu (28/1).Jonan berpandangan proyek transportasi baru yang dibiayai dari utang luar negeri hanya akan membebani negara."Kita batalkan karena bebani keuangan negara. Kami tidak ambil pinjaman luar negeri yang akan atau belum ditandatangani kecuali yang berjalan," jelas dia.

Rekomendasi