Menteri Keuangan Bambang P.S Brodjonegoro berharap PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menjadi cikal-bakal bank infrastruktur. Sebagai langkah awal mewujudkan itu, Bambang bakal melebut Pusat Investasi Pemerintah (PIP) ke dalam perusahaan pelat merah di bawah naungan Kementerian Keuangan itu.
Sementara PIP juga merupakan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kemenkeu.
Bambang menjelaskan sejumlah alasan peleburan PIP. Diantaranya, BLU pembiayaan investasi tersebut tidak bisa diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator pasar keuangan.
Kemudian, PIP tak leluasa bergerak mencari dan menyalurkan pembiayaan infrastruktur. Sehingga aset sebesar Rp 18,3 triliun tak optimal termanfaatkan.
"Maka PIP disetop operasinya dan seluruh asetnya dipindah ke PIP, BUMN yang kebetulan di bawah Kemenkeu," kata Bambang, di kantornya, Jakarta, Kamis (22/1).
Dengan begitu, menurut Bambang, kemampuan SMI menyalurkan pembiayaan infrastruktur meningkat. Terlebih lagi, pemerintah juga menyuntik modal sebesar Rp 2 triliun.
"Mereka juga sudah menerbikan obligasi. Ke depan yang kami bisa bayangkan adalah akan ada lembaga yang bisa membiayai infrastruktur," katanya.
Menurutnya, pemerintah tak bisa mengandalkan bank komersial untuk menyalurkan pembiayaan infrastruktur. Sebab dana bank umumnya bersifat jangka pendek tak cocok untuk membiayai infrastruktur berdurasi panjang.
"Ada missmatch karena sumber dana yang ditarik dari masyarakat kebanyakan simpan pinjam jangka pendek teyapi proyek infrastruktur yang dibiayai kebanyakan bersifat jangka panjang. Missmatch ini yang kurang diinginkan bank komersial."