Dorong penggunaan uang elektronik, BI sambangi kampus UGM

"Pemanfaatan transaksi non tunai dinilai lebih efektif, akuntabel, transparan serta dapat meminimalkan kebocoran dana,"

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Dorong penggunaan uang elektronik, BI sambangi kampus UGM
kartu kredit. Merdeka.com/Imam Buchori

Penggunaan Transaksi Uang Elektronik tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Untuk triwulan pertama tahun 2014 tercatat ada 2,99 miliar transaksi dengan nominal 3265 triliun. Oleh sebab itu bank Indonesia terus menggencarkan penggunaan uang elektronik kepada masyarakat."Datanya memang cukup membanggakan ada kenaikan sekitar 17,34 persen dibandingkan tahun lalu di periode yang sama,” ungkap Direktur Eksekutif BI Wilayah V Yogyakarta, Sutikno, di Kampus UGM, Yogyakarta.Sutikno memberikan gambaran besarnya transaksi uang oleh BI dalam pengelolaan uang, mulai dari pembelian bahan baku uang, pencetakan uang hingga distribusinya."Pemanfaatan transaksi non tunai dinilai lebih efektif, akuntabel, transparan serta dapat meminimalkan kebocoran dana," terang dia."Kalau perputaran uang cepat maka secara nasional pun lebih efisien," imbuhnya."Saya berharap program tersebut bisa diterima oleh masyarakat secara luas, secara nasional. Salah satu langkah untuk memasyarakatkan program itu, ialah dengan menggandeng perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada (UGM).Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Sistim Informasi UGM, Didi Achjari sependapat dan turut mendukung program Gerakan Nasional non Tunai (GNNT) tersebut."UGM sudah lama menjalankan program non tunai, seperti untuk penggajian maupun pembayaran mitra. Saya berharap ada sinergi antara perguruan tinggi dengan BI dalam mensukseskan program GNNT ini," harap Didi.Menurut Didi, dengan sistim non tunai akan lebih akuntabel dan keuangan mudah untuk diaudit.Dalam kesempatan itu juga analis senior Bank Indonesia, Sofwan Kurnia juga menyampaikan beberapa jenis uang elektronik."Berdasarkan pencatatan data identitas uang elektronik terbagi menjadi yang terdaftar serta tidak terdaftar. Jenis uang elektronik baik yang terdaftar maupun tidak dibatasi total transaksi per bulan tidak boleh lebih dari 20 juta," tuturnya pada talkshow dan Sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai dengan tema "Uang elektronik itu muda, mudah dan gak pake ribet".Untuk wilayah Yogyakarta kegiatan sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) ini yang pertama kali dalam rangkaian sosialisasi GNNT yang diadakan di UGM. Dalam acara itu diperkenalkan hasil teknologi pengembangan dari AINO. Berupa mesin yang menjual beberapa uang elektronik dari bank yang berbeda-beda.Dengan teknologi tersebut, masyarakat tidak perlu pergi ke berbagai lokasi bank untuk membeli kartu uang elektronik. Bila sudah mengantongi izin regulasi dari perbankan, maka teknologi yang dikembangkan oleh anak perusahaan PT Gama Multi Usaha Mandiri ini dapat ditingkatkan kemanfaatannya untuk pengisian uang elektronik.

Rekomendasi