Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengingatkan kembali meminta para pejabat BUMN untuk tidak mengadakan pertemuan di hotel. Alasannya, agar BUMN dapat hidup sederhana dan jauh dari kata mewah, terlebih sebagai efisiensi usai harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik.
"Kita harus melakukan efisiensi dari hal-hal yang lain. Kita harus mencoba bagaimana mengefesiensikan, kita menjaga," ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (24/11).
Jika para pejabat BUMN mau melakukan ekspansi demi perusahaan juga tidak dianjurkan melakukan rapat hingga penginapan di tempat mewah. "Kita buatnya hanya di kantor. Kalau mereka ke daerah kita tetap menggunakan wisma, kalau ada mes, ya kita bisa tinggal di situ," jelas dia.
Dirinya meminta kepada perusahaan BUMN yang bergerak di bidang industri untuk lebih efisiensi ditingkatkan. Sehingga harga jual barang yang diproduksi tidak naik paska pemerintah menaikkan harga BBM subsidi sebesar Rp 2.000 per liter.
"Pokoknya kasih harga jangan sampai naik dan membebani rakyat. Kita tekankan sekarang ke depannya adalah melihat semua apakah kita sudah cukup melakukan efisiensi atau belum. Kalau belum kita harus tingkatkan. Apapun yang bisa kita lalukan kita lakukan dan tingkatkan," ungkapnya.