Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah menentukan waktu yang tepat untuk penerapan kebijakan penggabungan passenger service charge (PSC) atau airport tax ke dalam harga tiket. Per 1 Januari 2015 seluruh maskapai penerbangan wajib mematuhi aturan anyar tersebut. Bahkan, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan bakal memaksa maskapai penerbangan untuk mengikuti aturan tersebut.
Lalu bagaimana tanggapan bos-bos maskapai penerbangan mendengar aturan tersebut? Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan pihaknya pasti mengikuti aturan untuk memudahkan layanan penumpang.
"Kan waktu itu gini kita ingin bahwa semua sistemnya ini disinergikan, mau tidak mau setelah 2 tahun perjanjian apa kita hentikan. Alhamdulillah jalan lagi. Pada dasarnya kita ingin demikian karena memudahkan penumpang. Hanya saja harus sistemnya sudah sinkron. Sekarang ini banyak sistem yang tidak sinkron jdi kita harus bayar ke AP II, ke penumpang," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (13/11).
Presiden Direktur AirAsia Sunu Widyatmoko juga sependapat dengan aturan baru ini. Bahkan, kata dia, pihaknya sudah menerapkan sistem ini pada AirAsia Malaysia. Hanya saja di Indonesia terkendala masalah teknis.
"Sebulan cukup asal semua bareng, semua konsisten. Kita AirAsia Malaysia sudah menerapkan kayak gitu. Yang penting AP siap juga. Cuma ada masalah teknis. AP itu maunya penarikannya harian. Padahal ada persoalan teknis IT dan perbankan yang tidak bisa selesai dalam waktu sehari," ungkapnya.
Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait juga berjanji, perusahaannya akan mematuhi aturan ini. Asalkan proses dan mekanisme penerapannya jelas.
"Spacenya bicaranya bisnis to bisnis, artinya aturan bersamanya harus kita sepakati. Sekarang mau mungut duit masak tidak ada sistem gimana duit ini, mau diapain," ungkapnya.
Dia berpesan, lebih baik aturan ini segera disosialisasikan ke masyarakat. Angkasa Pura I dan II sebagai pengelola bandara bertugas menjalankan ini.
"Jangan kami jadi bemper. Penumpang harus tahu persis jangan gue nagih buat orang tapi gue yang dimaki-maki. Ini harus disosialisasi. Angkasa Pura sosialisasikan ke masyarakat. Ada hal yang harus diutamakan. Kemudian ketika audit clean jangan persepsi masing-masing," tutupnya.