Direksi BUMN ngaku siap gunakan pesawat kelas ekonomi

"Untuk direksi terbang di atas 4 jam, first class. Di bawah 4 jam, business. Untuk GM jauh dekat business," ungkap Gatot

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Direksi BUMN ngaku siap gunakan pesawat kelas ekonomi
BUMN Bersyukur. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Menteri BUMN Rini Soemarno menginstruksikan para pejabat atau petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tidak melakukan perjalanan dinas menggunakan penerbangan kelas bisnis. Alasannya untuk menghemat anggaran. Sejumlah petinggi BUMN mengaku siap melaksanakan instruksi tersebut.

Direktur Utama Bank BNI Gatot Suwondo mengatakan, setuju dengan instruksi menteri BUMN. "Tidak masalah, kita sudah terbiasa melakukan aktivitas sesuai ketentuan," jelas dia.

Menurut Gatot, selama ini pejabat di BNI, menggunakan penerbangan kelas bisnis apabila melakukan kunjungan kerja. "Untuk direksi terbang di atas 4 jam, first class di bawah 4 jam business. Untuk GM jauh dekat business," ungkapnya.

Senada dengan Gatot, Direktur Utama Waskita Karya M Choliq juga mengatakan kesetujuannya dengan hal tersebut. "Bagus efisien, sesuai aturan yang ada, kalau diubah lebih efisien juga lebih baik. Memang aturannya hanya untuk direksi dan komisaris saja," jelas dia.

Bahkan dirinya menjamin jika menggunakan penerbangan kelas ekonomi tidak akan mengganggu tinjauan proyek jika lokasinya jauh atau di luar negeri. "Insya Allah tidak dan akan lebih baik lagi," ungkapnya.

Tetapi, Direksi BUMN penerbangan Garuda Indonesia menilai, langkah tersebut bisa menurunkan jumlah penumpang layanan kelas bisnis Garuda Indonesia bisa menurun. "Nanti kelas bisnis bisa mati, ya kita lihat nanti," kata Direktur Pemasaran Garuda Indonesia, Erik Meijer di Restoran Kembang Goela, Jakarta, Kamis (6/11).

Rekomendasi