Wamen ESDM rayu masyarakat puasa BBM tiap Sabtu Minggu

Jika gerakan ini diberlakukan, dalam setahun diperkirakan bisa menghemat anggaran negara Rp 96 triliun.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Wamen ESDM rayu masyarakat puasa BBM tiap Sabtu Minggu
SPBU di Tol Karang Tengah. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Tingkat konsumsi Bahan Bakar Minyak di Indonesia tergolong tinggi. Dalam satu hari, konsumsi BBM menembus 1,5 juta barel. Sedangkan produksi minyak hanya 800.000 barel per hari. Otomatis, saban hari Indonesia mendatangkan 700.000 barel minyak impor.

Ratusan triliunan anggaran digelontorkan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo masih berupaya membujuk masyarakat untuk mengurangi konsumsi BBM. Caranya dengan puasa BBM tiap akhir pekan seperti yang pernah dilontarkan mantan Menteri ESDM Jero Wacik.

"Ini harus ada gerakan untuk mengurangi anggaran subsidi BBM. Bagaimana caranya? Salah satunya puasa BBM subsidi," ujar Susilo di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Sabtu (11/10).

Puasa BBM subsidi yang dimaksud Susilo yakni meminta masyarakat tidak membeli BBM bersubsidi pada akhir pekan.

"Andaikan, 2 hari dalam seminggu, katakanlah setiap akhir pekan Sabtu-Minggu, konsumen BBM berpuasa membeli BBM subsidi. Dengan kata lain mereka membeli BBM non subsidi, sesuai dengan harga keekonomian atau BBM bersubsidi tidak dijual," paparnya.

Susilo yakin, jika gerakan puasa BBM Sabtu Minggu diberlakukan secara berkelanjutan maka negara mampu menghemat anggaran sebesar Rp 1 triliun tiap harinya.

"Dalam seminggu Rp 2 triliun, sebulan akan terkumpul Rp 8 triliun, dan setahun mencapai Rp 96 triliun," ucap Susilo.

Dengan dana tersebut, pemerintah bisa mengoptimalkan pembangunan infrastruktur.

Rekomendasi