5 Pengakuan Karen usai mundur dari Dirut Pertamina

Kementerian BUMN berkali-kali menolak pengunduran diri Karen.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
5 Pengakuan Karen usai mundur dari Dirut Pertamina
Karen Agustiawan di Bidara Cina. ©2013 Merdeka.com

Setelah enam tahun menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan memilih mengundurkan diri. Terhitung per 1 Oktober 2014, Menteri BUMN Dahlan Iskan merestui pengunduran diri tersebut.

Bahkan, Kementerian BUMN mengaku berkali-kali menolak pengunduran diri, dirut yang membawa Pertamina mulai diperhitungkan dikancah Internasional. Pekan kemarin, Direktur Hulu PT Pertamina Muhamad Husen resmi rangkap jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Pertamina.

Kemarin, (6/7), perempuan kelahiran Bandung, 19 Oktober 1958 dan lulusan Sarjana Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung (ITB), berbincang dengan wartawan setelah lama bungkam saat ditanya terkait pengunduran dirinya.

Berikut alasan Karen, mundur dari perusahaan yang dulu sering merugi tersebut.

Dalam pertemuan perpisahan dengan para jurnalis, Mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan membuka ihwal kabarnya dia bakal jadi dosen di Harvard. Dia meluruskan kabar yang dikemukakan Dahlan Iskan yang menyebutkan bahwa alasan dirinya berhenti dari Pertamina karena ingin mengajar di Harvard University.Karen menegaskan dirinya hanya menjadi pemateri seminar di School of Kennedy yang merupakan bagian dari Harvard. School of Kennedy, kata dia selalu menggelar seminar. Dia diminta menjadi pembicara di forum yang membahas mengenai masalah energi tersebut. "Ibu sedang menggarap potret dunia, momentum apa yang AS ambil dalam energi, dampak kepada gas dan LNG, bagaimana struktur gas yang ada di Mozambik, jadi itu yang ibu kerjakan di Harvard," kata dia.

Ulasan utama yang dikemukakan, Mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan. September lalu dia sempat bercerita jika anak ketiganya membutuhkan perhatiannya. "Anak-anak, sekarang senang karena pagi-pagi ada yang bisa dipamitin, kalau malam ada yang mengontrol masakan," katanya kepada wartawan di Doubletree by Hilton Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (6/10).Karen pun mengungkapkan ihwal kegiatannya selepas menjadi orang nomor satu di perusahaan pelat merah. "Abis lepas jabatan, saya menikmati waktu bareng keluarga."

Selepas menanggalkan jabatannya sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan hanya bakal mengisi seminar terkait sektor energi di School of Kennedy, Amerika Serikat dan mengurusi keluarga. Nama dia, santer dibicarakan sebagai calon menteri di Kabinet Jokowi-JK. Dia pun tidak mengiyakan atau menolak jika akhirnya tawaran itu jatuh ke tangan dirinya.Secara diplomatis, Karen hanya menjawab "Saya rasa masih banyak yang baik untuk itu (Menteri ESDM)," singkatnya.

Pertamina Energy Trading Limited atau yang lebih dikenal dengan nama Petral, terus mencuat sebagai anak usaha Pertamina yang perlu dibubarkan.

Mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan pun ogah berkomentar terkait wacana bekas perusahaan yang dipimpinnya. "Saya enggak mau berkomentar terkait Pertamina," katanya.

Pertamina mengaku selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang 100 persen sahamnya dikuasai pemerintah, akan mengikuti keputusan tetap dari Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).

Bagi Karen, siapapun nanti yang bakal memimpin Pertamina, perusahaan negara yang ditinggalkannya, setelah 6 tahun menjadi Direktur Utama. Menurutnya, pemimpin nanti yang bakal dipilih ataupun Muhammad Husein yang saat ini, rangkap jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Pertamina, bakal membawa Pertamina lebih maju. Tapi kata Karen, ada syaratnya, jika perseroan tersebut dipimpin oleh orang yang mengikuti roadmap yang telah disusun. "Pertamina punya roadmap di 2025. Siapa pun yang mengerti Pertamina, pasti dia ingin di 2025 Pertamina lebih baik," katanya, Senin (6/10). 

Rekomendasi