Humas Resources Director PT Trans Retail Indonesia, Herni Dian memastikan gaji karyawan penyandang cacat atau kaum difabel yang dipekerjakan di Carrefour sesuai dengan UMP daerah masing masing. Dia mengklaim tidak ada perbedaan gaji antara karyawan penyandang cacat dan karyawan normal.
"Hampir semua toko ada penyandang disabilitas. Gaji mereka sama, tidak ada perbedaan. Bahkan kita akan evaluasi bisa sama level tinggi kita beri kesempatan, berkarir bukan hanya bekerja," ucap Herni di Carrefour di Jalan Ahmad Yani, Jakarta, Jumat (26/9).
Perekrutan pekerja difabel juga dilakukan secara langsung tanpa melalui perusahaan alih daya atau outsourcing. Herni berharap, pekerja berkebutuhan khusus bisa bekerja seperti pekerja normal tanpa merasa kekurangan.
"Gaji mereka UMP per kota tersebut. Sekarang. Dari 100 ini, 36 orang masih akan bergabung sekarang pelatihan," tegasnya.
Herni menyebut, karyawan Carrefour penyandang cacat tersebut tidak hanya lulusan SMA-LB atau SMP-LB. Ada beberapa orang karyawan disabilitas lulusan sarjana dan bahkan ada yang memiliki kemampuan dalam hal desain grafis.
"Mereka akan ditempatkan sesuai kompetensi masing masing. Tergantung kompetensi," tegasnya.
Saat ini ada 36 orang disabilitas yang mengikuti pelatihan di Carrefour. Mereka akan dilatih selama satu pekan dan melanjutkan on the job training sebulan dengan didampingi pekerja Carrefour lainnya. Selanjutnya mereka langsung diterjunkan ke lapangan untuk bekerja seperti biasa.
"Kita tempatkan di setiap toko ditempatkan ada proses pendampingan," tutupnya.