Anggota VII Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Bahrullah Akbar menyebut pembelian minyak melalui anak usaha Pertamina, Petral tidak efisien. Manajemen Pertamina dalam mendatangkan minyak ke Indonesia dinilai belum melakukan tata kelola yang baik.Namun demikian, Bahrullah tidak tegas menyebut apakah pembelian minyak ini merugikan negara dan ada potensi penyelewengan dana negara."Sekarang kurang dan tidak efisien. Tidak well manage menggunakan Petral itu. Saya tidak bisa bilang penyelewengan karena semua harus ada data," ucap Bahrullah ketika ditemui di FX, Senayan, Jakarta, Rabu (24/9).Barullah meminta Pertamina agar terus meningkatkan efisiensi dalam mengimpor minyak. Efisiensi bisa terjadi dengan ataupun tanpa adanya trader seperti Petral. Semua itu tergantung dari manajemen Pertamina sendiri."Sekarang Petral itu di bawah managemen Pertamina. Sebenarnya bisa iya atau bisa tidak membeli langsung ke produsen yang penting well manage. Sekarang tidak efisien," tegasnya."Semua tergantung Management pertamina. Distribusi yang dibangun seperti apa. Saya cuma mengatakan well manage supaya efisien dan efektif," tutupnya.
BPK sebut pembelian minyak melalui Petral tidak efisien
Manajemen Pertamina dalam mendatangkan minyak ke Indonesia dinilai belum melakukan tata kelola yang baik.
Advertisement
Rekomendasi