BUMN jangan dianggap ladang bisnis

"Ada segelintir BUMN ke ranah korporasi, BUMN alat negara untuk sejahterakan rakyat," kata Bahrullah.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
BUMN jangan dianggap ladang bisnis
BUMN Bersyukur. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai terus berupaya meningkatkan pendapatan negara dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Bahkan, diyakini BUMN bisa menyaingi perusahaan investasi milik pemerintah Singapura Temasek Holdings.

Anggota VII BPK RI, Bahrullah Akbar mengatakan keberadaan BUMN cara pemerintah untuk mendorong perekonomian Tanah Air dan sebagai alat untuk mensejahterakan "Ada segelintir BUMN ke ranah korporasi, BUMN alat negara untuk sejahterakan rakyat. Sehingga 5-10 tahun bisa jadi seperti Temasek di Singapura," ujarnya saat acara bedah buku 'BUMN Kesejahteraan Rakyat' di Djakarta Teater, Jakarta, Rabu (10/9).

Dia mengatakan pemerintah selalu menganggap BUMN ladang bisnis, padahal BUMN harus dikelola dengan baik dalam artian hal jadikan korporasi. "Hanya sekitar 20 BUMN yang bisa hasilkan dividen kepada negara."

Tata kelola BUMN seharusnya mengedepankan kesejahteraan rakyat. Salah satunya untuk mengejar kedaulatan pangan. "Pangan bisa menjadi bahan untuk nambah kesejahteraan rakyat apa yang harus dilakukan BUMN pangan ke depan, harapan kita suatu saat menjadi mandiri," ungkapnya.

Rekomendasi