Pemerintah yakin kenaikan harga gas 12 kg tak membebani

Tiap kenaikan harga gas elpiji Rp 1.000 per Kg, hanya menyumbang 0,06 persen pada besaran inflasi.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Pemerintah yakin kenaikan harga gas 12 kg tak membebani
harga elpiji 12 kg naik. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung menegaskan keputusan pemerintah memberi lampu hijau bagi PT Pertamina untuk menaikkan harga gas elpiji 12 kilogram (Kg). Dia meyakini kebijakan ini tidak akan membebani masyarakat dan perekonomian nasional.

Menurut Chairul Tanjung, tiap kenaikan harga gas elpiji Rp 1.000 per Kg, hanya menyumbang 0,06 persen pada besaran inflasi. "Jadi sangat kecil, kecil sekali," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/9).

CT sapaan akrabnya menambahkan, kenaikan harga elpiji mendesak dilakukan mengingat kerugian yang diderita Pertamina dalam menyalurkan komoditas ini. Terkait potensi pelanggaran pengoplosan akibat kenaikan elpiji 12 Kg, CT hanya berjanji akan meningkatkan koordinasi dengan Polri untuk melakukan penindakan.

"Kita minta Polri di semua kota menindak," tuturnya.

Sebelumnya, pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy menentang keras rencana PT Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 Kg. Alasannya sama seperti ekonom lainnya. Kebijakan ini hanya akan berdampak pada pengoplosan gas elpiji 3 Kg yang notabene disubsidi negara.

"Yang pasti dengan Posisi 12 kg naik, dampaknya menjadi yang 3 kg hilang di pasaran," ucap Ichsan di Hotel Acacia, Jakarta.

Kenaikan LPG nonsubsidi secara langsung akan dimanfaatkan oknum-oknum tak bertanggungjawab untuk meraup keuntungan. Mereka akan memindahkan isi elpiji 3 Kg ke tabung elpiji 12 kg, atau biasa disebut elpiji oplosan.

"Kan akan dicari oleh orang banyak untuk dimasukkan di 12 kg. Dioplos sedemikian rupa yang 3 kg, dimasukin ke 12 kg," paparnya.

Tidak dipungkiri, praktik pengoplosan gas elpiji menjanjikan keuntungan besar dan menggiurkan. Gas elpiji 3 Kg disubsidi pemerintah, sehingga harganya lebih murah. Setelah dioplos ke 12 kg dijual dengan harga sesuai keekonomian. "Dijual dengan harga Pertamina. Untungnya luar biasa. Itulah orang Indonesia.

Rekomendasi