TNI janji tidak tutup Bandara Juanda

Bakal ada pengaturan penerbangan dari arah barat yang ingin menuju ke Juanda.

Alwan Ridha Ramdani
Oleh Alwan Ridha Ramdani - Reporter
TNI janji tidak tutup Bandara Juanda
TNI janji tidak tutup Bandara Juanda

Tentara Negara Indonesia mengaku tidak bakal melakukan penutupan total Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur pada akhir bulan mendatang dan pada tanggal 7 Oktober saat puncak peringatan HUT TNI. Pihaknya, akan melakukan pengaturan penggunaan bandara. "Tidak benar tutup bandara, ekonomi bisa terhenti," ujar Juru Bicara Mabes TNI Mayor Jenderal Fuad Basya saat dihubungi merdeka.com, Senin (8/9).

Dia mengatakan bakal ada pengaturan penerbangan dari arah barat yang ingin menuju ke Juanda. Paling tidak, ketika ada latihan, pesawat diminta untuk memutar dahulu. "Kami sudah atur sedemikian rupa," katanya.

TNI kata dia, tidak ingin ekonomi terhenti dan merugikan masyarakat. Jika sampai ada penundaan penerbangan terutama pada saat puncak peringatan HUT TNI pada 7 Oktober mendatang di Surabaya, TNI mohon maaf. "Ada 200 pesawat yang dilibatkan, tidak semua mendarat dan parkir di Juanda," katanya.

Fuad Basya menegaskan pada tanggal 4 Oktober, TNI akan melakukan gladi bersih. Itupun tidak akan mengganggu jalankan operasional Bandara Juanda yang digunakan juga sebagai bandara komersial. Pihaknya, akan mengatur pada jam-jam tertentu pesawat komersil untuk menghindari dulu Juanda. "TNI punya landasannya sendiri. Pesawat tempur terbang dari Malang dan Madiun," ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menyatakan pihak TNI belum memberikan surat resmi penggunaan Bandara Juanda untuk latihan. Kemenhub berniat mengadakan rapat bersama pemangku kepentingan untuk menindaklanjuti rencana ini.

Kepala Pusat Komunikasi Kemenhub, J.A Barata mengatakan, jika rencana ini disetujui maka pemerintah mempertimbangkan mengarahkan penumpang untuk menggunakan moda transportasi kereta. Selain itu juga, pemerintah akan menata ulang slot penerbangan pada hari itu. "Karena belum ada surat resmi dari TNI jadi belum tahu jadi atau tidak," ujarnya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (8/9).

Rekomendasi