Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) telah menyetujui nama Mohamad Afdal Bahaudin sebagai pelaksana tugas direktur utama, ketika Karen Agustiawan mundur dari posisi tersebut awal Oktober 2014.
Afdal saat ini menjabat sebagai Direktur Perencanaan Investasi dan Managemen Risiko Pertamina. Dia salah satu petinggi paling senior di BUMN produsen minyak dan gas tersebut, masuk jajaran direksi sejak 2009.
"Saya dengar Dewan Komisaris sudah menyetujui Pak Afdal menjadi pelaksana tugas,”" kata Dahlan selepas mengisi Seminar “Refleksi Tiga Tahun MP3EI” di Jakarta, Rabu (3/9).
Sesuai pernyataan dewan komisaris, sampai pemerintahan baru terbentuk, maka pejabat paling senior di Pertamina akan menggantikan tugas-tugas Karen.
Bahkan, Afdal berpeluang menjadi direktur utama permanen, seandainya Presiden Terpilih Joko Widodo menyukai kinerjanya. "Tapi tentu itu semua tergantung pemerintahan baru," kata Dahlan menambahkan.
Sinyal Afdal terpilih menjadi pelaksana tugas dirut sudah disampaikan Menko Perekonomian Chairul Tanjung.
Pria akrab disapa CT itu dua pekan lalu menjelaskan bahwa yang akan dipilih biasanya orang dalam. Pejabat karir itu akan lebih condong pada yang punya masa kerja lama.
"Menurut AD/ART, Pertamina sendiri akan menunjuk salah satu direktur, biasanya yang paling senior untuk sementara menjabat," ujarnya.
Bila menilik jajaran direksi Pertamina, beberapa yang cukup senior adalah Direktur Pengolahan Chrisna Damayanto, Direktur Hulu Muhammad Husen, serta Direktur Pemasaran dan Niaga Hanung Budya.
Karen yang lebih dari dua periode duduk di kursi nomor satu perusahaan minyak pelat merah ini, berhenti per 1 Oktober 2014.
Kementerian BUMN mengaku tidak bisa memperpanjang direktur yang dinilai moncer tersebut. Karena, Karen ingin melanjutkan karirnya di dunia pendidikan dan fokus mengurus keluarganya. "Dan beliau sudah diterima mengajar di Harvard, Boston. Beliau disurati terus Harvard kapan bisa melaksanakan mengajarnya itu," kata Dahlan.