Direktur utama PT. Pelindo II, Richard Joost Lino membantah pernyataan Menteri PU DJoko Kirmanto yang menyebut bahwa pihaknya belum melaporkan rencana akuisisi ruas tol Cibitung-Cilincing ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Dia mengaku sudah melaporkan rencana itu beberapa hari lalu. "Saya sudah laporkan dan kirim surat resmi ke mereka. Itu sudah beberapa waktu lalu," ujar Lino di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9).
Lino menegaskan, itu untuk membuktikan bahwa aksi bisnis Pelindo tidak sebatas wacana saja. Sebab, saat ini dia sedang melakukan proses negosiasi mengakuisisi 49 persen saham dari investor Malaysia, PT. MTD CTP Expressways selaku kontraktor proyek tersebut.
"Enggak (bukan wacana), ini kita sedang negosiasi dengan investor Malaysia," kata dia.
Sebelumnya, keinginan PT. Pelindo II untuk mengakuisisi proyek ruas tol Cibitung-Cilincing nampaknya tidak mendapat angin segar dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pasalnya, ambisi perusahaan BUMN tersebut hingga kini belum disampaikan secara langsung kepada kementerian PU.
"Enggak ada surat ke saya, kalau cuma wacana saya tidak mau menanggapi," ujar menteri PU, Djoko Kirmanto di Jakarta, Rabu (3/9).
Djoko mengaku seharusnya pihak Pelindo menemui dirinya dan membawa surat pengajuan untuk meminta proyek tol sepanjang 33 Km tersebut. Namun, hingga saat ini Pelindo II masih dianggap hanya berwacana untuk mengakuisisi proyek yang investasinya senilai Rp 3,5 triliun.
"Harus datang ke saya bawa surat," kata dia.