PDIP: Jokowi pilih gas alam daripada naikkan gas elpiji 12 kg

Arif Budimanta optimis pemerintahan Jokowi-JK mampu merealisasikan kebijakan pemanfaatan gas alam.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
PDIP: Jokowi pilih gas alam daripada naikkan gas elpiji 12 kg
Gas elpiji 12 kg. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Politisi PDIP Arif Budimanta mengaku tidak setuju dengan rencana pemerintah dan PT Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 Kg. Jika harga gas elpiji dinaikkan bakal menimbulkan gejolak di masyarakat.

Arif meyakini, presiden terpilih Joko Widodo juga sependapat dengannya dan tidak setuju soal rencana kenaikan harga gas elpiji 12 Kg. Dia melihat, Jokowi lebih memilih penggunaan gas alam sampai ke rumah yang dinilai sangat murah.

"Elpiji 12 Kg itu kan kan konsumennya rumah tangga. Jadi harus kalkulasi dihitung secara cermat tidak mengganggu masyarakat dan menimbulkan gejolak sosial. Harga gas itu murah dengan adanya pipanisasi sampai rumah tangga. Ini yang jadi program Jokowi-JK dalam 5 tahun," ucap Arif ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9).

Di masa pemerintahan Jokowi nanti, PGN bakal 'dipaksa' mengembangkan infrastruktur gas bumi. Hal ini harus segera direalisasikan agar masyarakat tidak selalu dibebankan dengan ancaman atau potensi harga gas elpiji yang terus naik.

"Dalam 5 tahun instalasi gas kota jadi prioritas Jokowi-JK. Kalau kampung masih banyak pakai 3 Kg kan," tegasnya.

Arif optimis pemerintahan Jokowi-JK mampu merealisasikan kebijakan pemanfaatan gas alam. Jokowi termasuk sosok pemimpin yang dinilai tanggap dan tidak hanya bicara. "Kalau dikerjakan ini tidak akan lama. Kalau cuma ide diskusi dan letakkan di meja lama itu," ucapnya.

Rekomendasi