Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maruarar Sirait berpendapat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi merupakan opsi terakhir dalam melakukan penyelamatan anggaran. Pasalnya, kenaikan BBM subsidi memberikan dampak cukup signifikan pada perekonomian rakyat.Menurut Ara, sapaan akrab Maruarar, tiap kenaikan Rp 500 per liter BBM subsidi maka akan menambah orang miskin sebanyak 1.525.000 orang. Hal ini kelipatannya jika kenaikan sebesar Rp 1.000 atau Rp 2.000 per liter.Bertambahnya orang miskin karena ketika harga BBM subsidi naik, maka masyarakat membutuhkan tambahan pendapatan. "Setiap kenaikan Rp 500 per liter dibutuhkan penghasilan tambahan Rp 65.000 per bulan. Begitu seterusnya. Dampak kenaikan BBM inflasi dan tingkat kemiskinan. Kemiskinan bertambah 1.525.000 orang jika naik Rp 500 per liter," ucap Ara dalam diskusi di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (1/9).Kenaikan harga BBM subsidi, lanjutnya, juga akan meningkatkan besaran inflasi. Setiap kenaikan Rp 500 per liter maka akan menimbulkan inflasi sebesar 0,72 persen. Kenaikan Rp 1.000 per liter maka menciptakan inflasi sebesar 1,43 persen dan kenaikan Rp 2.500 maka inflasi akan 3,58 persen."Itu (kenaikan harga BBM) menghabiskan alokasi anggaran Rp 136 triliun. Dengan program BLT, BLSM. Penanganan kemiskinan 2013. Saya rasa rakyat kalau masalah BBM masyarakat bisa memahami. Pemerintah Jokowi dan SBY sudah berusaha. Kita akan berusaha dulu," tutupnya.
PDI-P: BBM naik Rp 500, orang miskin nambah 1.525.000 orang
Kenaikan harga BBM Rp 500 per liter juga akan mengerek inflasi sebesar 0,72 persen.
Advertisement
Rekomendasi