Karen Agustiawan mundur dari kursi Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) (Persero), Nur Pamudji juga diisukan akan mundur dari jabatannya. Terlebih Menteri BUMN Dahlan Iskan secara terbuka sudah menyampaikan bahwa dia menyiapkan Direktur Utama PT KAI Ignatius Jonan untuk menukangi PLN .
Mundurnya bos-bos perusahaan BUMN seolah memberikan gambaran sekaligus mengirimkan sinyal ketidaknyamanan mereka mengelola perusahaan pelat merah.
"Kasus Nur dan Karen bukan puncak gunung es, memang ketidaknyamanan jadi direksi BUMN, bekerja di BUMN, kalau ini terjadi, akan sulit cari orang profesional," ungkap Mantan Sesmen BUMN Said Didu ketika acara bincang-bincang santai di Restoran Bangi Kopitiam, Jakarta, Jumat (22/8).
Dalam pandangannya, salah satu alasan ketidaknyamanan bos-bos BUMN karena kegagalan pemerintah mengelola perusahaan negara.
"Ketidaknyamanan ini disebabkan oleh dua hal, ketidaktegasan pemerintah dalam pengelolaan BUMN atau memposisikan BUMN. Yang kedua, BUMN selalu dijadikan bumper oleh pemerintah," jelas dia.
Sinyal itu ditujukan bagi kementerian yang selama ini menjadi komando perusahaan-perusahaan negara. Mundurnya Karen juga sebagai sinyal agar pemerintahan baru dipimpin presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla, menempatkan orang yang tepat untuk memimpin perusahaan BUMN.
"Ini merupakan sinyal bahaya buat BUMN. Kalau pemerintah baru tidak bisa menempatkan posisi jabatan yang cocok untuk memimpin perusahaan BUMN, orang sekuat Karen saja tidak kuat," katanya.