Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan menyebut, kriteria pengganti Karen Agustiawan yang akan duduk di kursi Direktur Utama PT Pertamina tidak hanya soal kemampuan dan kepandaian. Tapi juga harus teruji dalam hal integritas.
"Nunggu dulu lah Mahkamah Konstitusi (MK). Terpenting nomor satu integritas yang lebih bagus, kalau pintar semua sudah pintar," ujarnya di Gedung Taspen, Jakarta, Kamis (21/8).
Dahlan masih belum bersedia memberikan bocoran sosok jagoan pilihannya yang memimpin Pertamina. "Bisa dari luar dan dalam," singkatnya.
Dahlan mengaku sudah mengantongi tiga nama calon pengganti Karen. Namun, dia memilih bungkam dan baru akan bicara soal figur pengganti Karen setelah ada hasil keputusan PHPU di Mahkamah Konstitusi.
"Belum masih nunggu sidang MK baru nanti saya berharap bapak presiden melakukan komunikasi dengan presiden terpilih untuk merundingkan," ungkapnya.
Seperti diketahui, Karen Agustiawan secara resmi akan mengundurkan diri sebagai direktur utama perusahaan migas pelat merah per 1 Oktober 2014. Adapun, alasan pengunduran dirinya tersebut lantaran ingin fokus mengurusi keluarga dan sekaligus keterima sebagai dosen di Harvard University, Boston Amerika Serikat (AS).