Chairul Tanjung minta proyek tol Cikampek-Palimanan dikebut

Harapannya Lebaran tahun depan bisa digunakan meskipun belum dikomersilkan.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Chairul Tanjung minta proyek tol Cikampek-Palimanan dikebut
ilustrasi pembangunan tol. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Menteri koordinator bidang perekonomian, Chairul Tanjung meminta menteri pekerjaan umum (PU) Djoko Kirmanto mengebut pengerjaan jalan tol Cikampek-Palimanan.

Ini penting dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di area simpang Jomin yang selalu terjadi dari tahun ke tahun.

"Cikampek-Palimanan saya lihat dari atas lewat pantauan helikopter sudah mulus tanahnya dan konstruksinya sudah jalan. Maka, saya minta kementerian PU dan kontraktor untuk bangun habis-habisan agar dalam Lebaran tahun depan bisa digunakan meskipun belum dikomersilkan," ujar Chairul Tanjung di kediamannya, Menteng, Jakarta, Senin (28/7).

Jika tol sepanjang 116 Km ini mulai beroperasi, dia yakin kemacetan di Simpang Jomin mulai dari pintu keluar tol Cikampek akan terurai. 

Wakil menteri perhubungan Bambang Susantono berjanji, lebaran tahun depan tol Cikampek-Palimanan akan difungsikan tanpa tarif. Hal ini untuk mengurangi kemacetan di simpang Jomin yang setiap tahun seolah tanpa solusi.

"Tahun depan bisa Cikampek-Palimanan diselesaikan. Sehingga bisa difungsikan sementara. Yang jelas penyelesaian infrastruktur Cikampek-Palimanan,"ucap Bambang di Kantornya.

Dia mengaku jika tol dengan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp 12,5 triliun ini difungsikan, kemacetan akan berkurang signifikan. Meskipun tidak 100 persen karena masih ada persoalan lain yakni pasar tumpah.

Dia juga yakin, antrean yang selama ini terjadi di gerbang tol keluar Cikampek tidak akan terjadi lagi. Sebab, bisa terus berlanjut ke Pejagan.

"Cuma harus dibuatkan bottleneck untuk di pejagan. Jadi tekanan terhadap jalan bisa berkurang. Menko minta dipercepat fungsional kayak biasanya," kata dia.

Rekomendasi