PT Elnusa Tbk, salah satu perusahaan penyedia jasa energi, menegaskan kinerja perseroan pada I 2014, berhasil membukukan pendapatan usahanya menjadi Rp 2 triliun atau naik 2 persen dibandingkan periode sebelumnya.
"Pencapaian semester I 2014, memperlihatkan bahwa konsolidasi yang dilakukan sepanjang tahun 2013 melalui pemetaan kembali bisnis perseroan, fokus kepada bisnis inti yang memiliki marjin tinggi mulai terlihat hasilnya. Ke depan seiring dengan investasi yang semakin intensif Elnusa akan berada di jalur pertumbuhan yang stabil," ujar Vice President of Corporate Secretary, Fajriyah Usman dalam rilisnya, Selasa (23/7).
Dia menegaskan strategi perseroan dalam menjaga kualitas pendapatan usaha yang mampu menghasilkan profitabilitas tinggi. Hal tersebut terlihat dari profitabilitas yang tetap terjaga di tengah stabilnya pendapatan usaha. Marjin laba kotor berada di level 16 persen atau meningkat 1 persen sedangkan marjin laba usaha sedikit dari 8 persen menjadi 9 persen sebagai dampak dari tumbuhnya laba kotor sebesar 7 persen atau menjadi Rp 314 miliar dan laba usaha yang meningkat 23 persen menjadi Rp 190 miliar.
"Marjin laba bersih meningkat dari 4 persen menjadi 9 persen karena pada semester I 2014. Perseroan membukukan laba atas penjualan aset tanah (extra ordinary income – non recurring) sebesar Rp 87 miliar, yang pada akhirnya mengakibatkan peningkatan laba bersih secara signifikan sebesar 114 persen menjadi Rp178 miliar.," katanya.
Penjualan aset tanah, lanjut Fajriyah, merupakan suatu bentuk optimalisasi unproductive asset dimana hasil penjualannya dapat dilimpahkan sebagai tambahan investasi kepada aset lain yang lebih produktif nantinya. Pada akhir periode semester I 2014, kas bersih hasil operasi Elnusa senilai Rp 336 miliar, sedangkan total kas dan setara kas masih kuat di kisaran Rp1,1 triliun. Sejak kuartal III 2013.
"Perseroan tidak memiliki utang modal kerja karena telah dilunasi sepenuhnya, sedangkan utang bank saat ini tercatat sebesar Rp 397 miliar atau turun 55 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan karena pembayaran utang bank dipercepat yang dilakukan perseroan sebesar lebih dari USD 19 juta sepanjang 2014," katanya.