BI optimis rasio peredaran uang palsu menurun

Pada Mei 2014 temuan uang palsu mencapai 5.760 lembar di seluruh Tanah Air.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
BI optimis rasio peredaran uang palsu menurun
uang palsu. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Peredaran uang palsu sejak awal 2014 perlahan menanjak, sampai mendekati Lebaran. Masa-masa hari raya disinyalir Bank Indonesia rawan adanya uang tiruan, karena kebutuhan masyarakat terhadap alat tukar itu meningkat.

Adapun selepas Lebaran, bank sentral yakin peredaran uang palsu bisa kembali menyusut. Bahkan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas optimis rasio uang palsu beredar tahun ini lebih rendah dari 2013.

Dari catatan BI, rasio uang kertas palsu tahun lalu mencapai 8 lembar per sejuta uang beredar. "Sekarang kan sudah masuk Juli, masih di 4 lembar per sejuta uang beredar. Kan kita ada kerja sama dengan polisi, botasupal. Kita optimis mudah-mudahan bisa di bawah 8 lembar per sejuta uang beredar tahun ini," ujarnya di Gedung Pusat BI, Jakarta, Senin (14/7) malam.

Peredaran uang palsu pada mendekati Lebaran, dari pantauan Waas, tidak setinggi periode yang sama tahun lalu. "Uang palsu, belakangan naik, tapi ini tetap turun trennya," imbuhnya.

Pada Januari 2014, rasio uang palsu 1 lembar uang palsu per sejuta uang lembar beredar. Jumlah itu lalu meningkat pada Maret menjadi 3 lembar, dan Mei lalu rasionya 4 lembar per sejuta uang kertas beredar.

Buat mengatasi kasus uang palsu, bank sentral terlibat dalam Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal). Lembaga ini berisikan BI, Badan Intelijen Negara, Kepolisian RI, Kementerian Keuangan, serta Kejaksaan Agung.

Akan tetapi, Waas mengaku bank sentral tak bisa mematok rasio jumlah uang palsu sampai akhir tahun nanti. "Kita enggak ada target," katanya.

Berdasarkan laporan Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, pada Mei 2014 temuan uang palsu mencapai 5.760 lembar di seluruh Tanah Air. Temuan paling besar didapatkan kantor pusat bank sentral sebesar 2.875 lembar, disusul Kanwil IV Jawa Timur sebanyak 932 lembar, dan Kanwil IX Sumur dan Aceh sebesar 504 lembar.

Rekomendasi