Penurunan harga saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) pasca Pilpres akibat kedua emiten tersebut masuk ke ranah politik. Sehingga, saham tersebut lebih diperdagangkan oleh para spekulan yang sedikit mempertimbangkan faktor fundamental.
"Mengenai saham MNC dan VIVA, pasar akan menghindari saham-saham yang pengendalinya mulai masuk atau telah masuk di politik," ujar analis Asia Finansial Network, Agus Susanto Benzaenu kepada merdeka.com, Jumat (11/7).
Investor yang cenderung bersifat spekulasi akan menjual, sehingga menekan harga saham. "Seperti itu jika ada situasi yang tidak biasa, apalagi berita negatif," ucapnya.
Agus tidak memungkiri bahwa salah satu sentimen penekan kedua saham tersebut, adalah rilis hitung cepat yang dinilai tidak kredibel. Sehingga kemampuan meningkatkan pendapatan kedua perusahaan tersebut dipertanyakan. "Setelah itu produknya dipertanyakan publik," kata dia.
Hari ini indeks saham PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) pada pukul 10.50 WIB, harga saham televisi milik Hary Tanoe, mengalami kenaikan 1,96 persen atau 50,0 poin pada level 2.600, setelah kemarin turun17,00 poin atau 6,23 persen pada level 2560.
Sedangkan harga saham VIVA masih belum beranjak dari warna merah atau negatif, tercatat dalam perdagangan hingga pukul 10.53 WIB turun 1,20 persen atau 3,00 poin pada level 247,00. Adapun, saat penutupan kemarin tercatat indeks saham VIVA turun 18,00 poin atau 6,72 persen pada level 250.