BEI: Saham VIVA dan MNC anjlok karena quick count tidak kredibel

BEI menegaskan, investor memercayai lembaga survei yang dianggap kredibel. Angka-angka tidak terlalu meleset.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
BEI: Saham VIVA dan MNC anjlok karena quick count tidak kredibel
Hitung cepat hasil Pilpres 2014. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Pada perdagangan kemarin, saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) anjlok di tengah tingginya lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Pada pembukaan perdagangan hari ini, saham MNCN mengalami kenaikan 1,96 persen atau 50 poin ke level 2.600, setelah kemarin turun 17 poin atau 6,23 persen pada level Rp 2.560.

Sedangkan saham VIVA masih belum beranjak dari zona merah. Tercatat dalam perdagangan hingga pukul 10.53 WIB, saham milik Grup Bakrie ini terperosok 1,20 persen atau 3 poin pada level Rp 247. Saat penutupan perdagangan kemarin saham VIVA turun 6,72 persen ke level Rp 250.

Analis melihat, anjloknya saham VIVA dan MNCN tidak bisa dilepaskan dari tayangan di tvOne, MNCTV, RCTI, Global TV terkait hasil hitung cepat 4 lembaga survei yang menyatakan keunggulan pasangan Prabowo - Hatta Rajasa . Padahal, tujuh lembaga survei lainnya kompak melansir data keunggulan pasangan Jokowi - JK.

Direktur utama PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengakui adanya sentimen dari investor atas tayangan hasil quick count di televisi grup VIVA dan MNCN yang melansir data dari 4 lembaga survei yang dicap tidak kredibel. Investor lebih memercayai lembaga survei yang kredibel.

"Memang ada sentimen investor pada saham itu, di mana saham-saham lain naik, itu adjustment dari investor. Investor memercayai lembaga survei yang dianggap kredibel. Angka-angka tidak terlalu meleset," ujar Ito di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (11/7).

Dia menegaskan lembaga survei yang tidak kredibel biasanya tidak dilirik oleh investor. Ito menjelaskan, naik turunnya harga saham emiten dipengaruhi faktor fundamental dan sentimen pasar. Dari sisi fundamental, harga saham dipengaruhi langsung oleh kinerja emiten. Sedangkan sentimen pasar, harga saham dipengaruhi baik buruknya kondisi ekonomi dan sosial.

Rekomendasi