PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak akan menjalankan lagi Railbus Batara Kresna rute Solo-Wonogiri. Mereka beralasan biaya operasional kereta buatan PT INKA Madiun tersebut sangat mahal. Dengan kapasitas tempat duduk yang hanya 75 seat, beban biaya per seat menjadi mahal.
"Kalau tanpa PSO (Public Service Obligations) itu beban per seatnya itu jadi mahal. Jadi kalau tiketnya kita jual per seat sangat mahal. Nanti ke Wonogiri direncanakan pakai angkutan perintis," ujar Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Bambang S Prayitno di Stasiun Solo Balapan, Sabtu (5/7).
Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan menambahkan PT KAI tidak bisa berbuat banyak terkait pengoperasian kembali Railbus. Menurutnya, untuk menjalankan railbus yang kapasitasnya sedikit, diperlukan PSO yang sangat besar. Jika akan dijalankan secara profesional, tiket Railbus harus dijual dengan harga normal. "Kalau tidak ada PSO, ya harus kita jual dengan harga normal. Kalau harga normal bias mahal sekali, bisa sampai Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu per seat, apa laku?"
Saat ditanyakan adanya kereta pengganti, Jonan menegaskan tidak akan ada kereta tersebut. Jonan justru menanyakan tujuan awal dibuatnya kereta api tersebut. "Coba tanya yang bikin, kenapa ada Railbus. Dulu itu bikinnya dipikir apa enggak operasinya? Tanyakan yang bikin, dulu kenapa ada railbus. Waktu itu saya kan belum ada," ujarnya.
Railbus Batara Kresna kereta api tengah kota peninggalan mantan wali kota Solo, Jokowi mangkrak sejak Oktober 2012 lalu. Pada awalnya kereta bantuan Kementerian Perhubungan senilai 17 miliar lebih tersebut hanya mengalami masalah pada generator, dan harus menjalani perbaikan di PT INKA Madiun. Namun usai diperbaiki hingga saat ini kereta api pengganti kereta feeder Solo-Wonogiri tersebut tidak kunjung beroperasi.
Pemerintah Kota Solo, melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo tak kurang-kurang untuk mengupayakan agar moda transportasi massa kebanggaan warga Solo tersebut bias dioperasikan. "Kami masih melobi PT KAI dan Kemenhub agar Railbus ini bias dijalankan. Tentu dengan bantuan subsidi dari pemerintah pusat,” kata Kepala Dishubkominfo, Yosca Herman Soedrajad kepada merdeka.com belum lama ini.