Mencuatnya nama Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa memborong saham bersama Hary Tanoesoedibjo di data Bloomberg bulan lalu, dianggap selesai oleh sang bos MNC Group.
Hary Tanoe, demikian konglomerat itu biasa disapa, menegaskan tak pernah melibatkan pihak lain dalam perdagangan saham. Bahkan saham pribadinya selama ini tidak pernah dilepas kepada pihak ketiga manapun.
Kalaupun pernah ada pengubahan komposisi saham atas namanya, itu sifatnya pengalihan bentuk menjadi perusahaan terbuka baru. Tujuannya, kata Hary Tanoe, sebagai warisan kepada anak-anaknya.
"Saya tidak pernah divestasi. Ada beberapa saham atas nama pribadi, saya PT-kan, jadi itu saya restrukturisasi saham-saham saya. Sehingga kalau saya resign, anak-anak saya nanti saya kasih PT saja," ujarnya saat berbuka puasa bersama wartawan di MNC Tower, Jakarta, Selasa (1/7).
Sedangkan terkait kasus dengan Bloomberg, Hary Tanoe enggan memperpanjangnya. Dia menilai permintaan maaf dari kelompok media bisnis multinasional itu sudah memadai.
"Mereka sudah minta maaf, dikoreksi, saya suruh apalagi? Masa saya marah-marah? Saya kan normal saja," cetusnya.
Kendati demikian, taipan yang menguasai jaringan media dari televisi hingga situs online ini menyesalkan namanya sempat disebut memborong saham bersama pasangan capres-cawapres yang berlaga 9 Juli mendatang tersebut.
"Aneh saja Bloomberg bisa begitu," kata Hary Tanoe.
Pada pertengahan Juni lalu, beredar informasi pemborongan saham dilakukan oleh investor dengan menggunakan nama Tanoesoedibjo Prabowo-Hatta.
Tak berapa lama, Bloomberg mengakui ada kesalahan sistem internalnya.
"Dikarenakan sebuah kesalahan, penyebutan nama Hary Tanoesoedibjo pada terminal dan situs Bloomberg secara tidak sengaja tergabung nama-nama lain dan terbaca sebagai Prabowo-Hatta Hary Tanoesoedibjo," ujar Debbie Liew dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Kamis (20/6).
Bloomberg menyadari bahwa kesalahan ini telah disebutkan dalam pelaporan berita- berita sebagai dasar menyarankan hubungan investor dalam perusahaan-perusahaan atau saham antar kandidat pemilihan umum tertentu dan Hary Tanoesoedibjo.
"Bloomberg tidak bermaksud untuk menyarankan maupun memiliki alasan untuk mencapai adanya hubungan tersebut. Kesalahan ini telah diperbaiki dan Bloomberg memohon maaf atas kekeliruan yang terjadi," katanya.
PT MNC Investama Tbk pun langsung membantah beredarnya kabar adanya pemborongan saham itu.
"PT MNC Investama Tbk dengan kode saham BHIT, tidak mengetahui transaksi dari investor yang tercatat sebagai Tanoesoedibjo Prabowo-Hatta," tulis Direktur Group Corporate Secretary Arya Sinulingga dalam surat bantahan yang dikirim pada merdeka.com.