Holcim tambah produksi semen 1,7 juta ton di Tuban

"Ini membantu perusahaan untuk mempertahankan posisi di tiga besar dalam industri semen," kata Eamon Ginley.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Holcim tambah produksi semen 1,7 juta ton di Tuban
bongkar muat semen. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Perusahaan semen PT Holcim Indonesia Tbk meresmikan produksi semen perdananya dari Pabrik Tuban 1 yang akan memberikan tambahan kapasitas produksi perusahaan sebesar 1,7 juta ton per tahun.

CEO Holcim Indonesia Eamon Ginley mengatakan permintaan produk Holcim mengalami peningkatan hingga tahun 2014 ini. "Tahun lalu masih merupakan masa transisi dari kondisi terdapat pasokan ketat yang terjadi beberapa tahun sebelumnya, " ujarnya dalam siaran pers, Jakarta, Rabu (18/6).

Dia mengatakan investasi ini, bukan hanya melengkapi rekam jejak perusahaan  di Pulau Jawa. Namun sebagai bentuk investasi logistik dan saluran distribusi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik secara keseluruhan.

“Ini membantu perusahaan untuk mempertahankan posisi di tiga besar dalam industri semen di Indonesia. Khususnya di Jawa Timur, kami menargetkan untuk meningkatkan pangsa pasar dari 9 persen saat ini, menjadi 16 persen”, jelas dia.

Eamon mengungkapkan khususnya di Pulau Jawa, Holcim meningkatkan pengiriman dengan menggunakan rel kereta untuk mempersingkat rantai pasokan dengan operasional yang lebih efisien dari sisi biaya dan waktu pengiriman. "Kami juga telah memperluas keberadaan produk dan jangkauan layanan hingga Kalimantan dan Sumatera," ungkapnya.

Tingginya permintaan produk beton, memberikan tambahan kontribusi pada pertumbuhan keuangan perusahaan. Untuk memenuhi kebutuhan ini, perusahaan telah mengakuisisi sebuah tambang agregat dan tambahan investasi lain untuk memperluas jumlah dan kapasitas pabrik beton jadi dan memenuhi kebutuhan yang ada.

Pada periode triwulan pertama tahun ini, perusahaan mencatatkan laba dari penjualan sebesar 9,1 persen dari peningkatan volume sebesar 1,45 persen, peningkatan 7,9 persen pada volume beton jadi dan 27,5 persen pada volume agregat.

Rekomendasi