Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Jero Wacik berharap seluruh sungai yang ada di Indonesia bisa dijadikan tempat untuk memproduksi listrik."Paling tidak satu sungai, satu mikro hydro," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/6).
Dia mengatakan untuk membangun mikro hydro, tidak perlu banyak dana yang dikeluarkan masyarakat atau pemerintah. "Hanya dengan dana Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar sudah rampung."
Dia mengatakan untuk mikro hydro bisa dibuat oleh para pelaku UKM dan Koperasi yang berada di area sungai. Sungai yang bisa dimanfaatkan tidak hanya sungai yang berarus deras atau dihulunya."Ini juga sebagai kampanye hemat energi."
Jero mengatakan pihaknya menargetkan sebanyak mungkin mikro hydro yang dikelola oleh koperasi yang saat ini sudah mencapai 203 ribu koperasi.
ESDM saat ini sudah memiliki 58 titik pemanfaatan energi baru dan terbarukan yang ada, dengan menggunakan energi air sungai dan suryai. "Satu saja, satu koperasi satu proyek bisa. Apalagi hampir seluruh Indonesia ada sungai, lampu nyala sungai bergulir, surya sudah diresmikan di pulau mianggas, 25 kilowatt," katanya.
Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan mengatakan program tersebut sangat baik untuk pemertaan ekonomi masyarakat Indonesia. Pihaknya sudah melakukan uji coba di Alor, NTT dan Tobasa.
Kementerian KUKM menargetkan pada tahun ini sedikitnya ada 14 titik proyek pengembangan energi baru terbarukan yang dikelola UKM atau Koperasi. "UKM dan Koperasi yang ada di daerah terpencil, infrastruktur listrik sangat kurang, ini mempercepat pembangunan di daerah," katanya.
Sungai, kata Syarif, adalah potensi energi yang bisa digunakan dan dikawinkan dengan kebutuhan UKM dan Koperasi yang ada di daerah. Adanya mikro hydro, UKM akan mendapatkan keuntungan harga listrik yang murah."Mereka bisa pelihara sendiri, dan akibatnya komunitas di desa menedapatkan aliran listrik," katanya.