Setiap tahun, Blue Bird Grup harus mendatangkan hampir 9.000 unit dengan 3.000 unit untuk armada taksi. Penambahan dilakukan karena permintaan tinggi terhadap transportasi umum.
Presiden Director Blue Bird Group Holding Noni Purnomo total armada yang dimiliki oleh perusahaan telah mencapai 22.000 di mana 15.000 beroperasi di Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi. Tahun ini, perseroan akan melakukan pengadaan armada baru tetapi masih menunggu perizinan terlebih dahulu."Kalau izin dibuka baru nambah armada," kata Noni di Jakarta, Senin (2/6).
Jumlah layanan taksi di Indonesia masih relatif kecil jika melihat populasi penduduk. Hal ini berbeda dengan negara lain seperti Malaysia dan Singapura yang memiliki sarana transportasi memadai. "Padahal di Singapura, MRT sudah bagus,"katanya.
Blue bird Group dalam sehari mengoperasikan 1.500 unit armada di 13 kota. Khusus untuk Bali, setiap hari ada 100 unit armada yang beroperasi. "Kota baru, belum ada penambahan. Kita operasional hanya di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Manado dan Makassar," katanya.
Untuk melayani musim mudik, perseroan bekerjasama dengan korporasi untuk layanan mudik lebaran. Sedikitnya, ada sekitar 700 bus yang dimiliki oleh perusahaan transportasi tersebut.
Dia mengakui musim lebaran, layanan taksi Blue Bird tidak akan seramai hari biasa. Masyarakat terutama korporasi lebih melirik untuk menyewa armada jenis bus dan MPV. Sedikitnya, ada 200 unit armada disiapkan untuk lebaran, untuk melayani wilayah Jakarta."Bus paling banyak untuk antar jemput sekolah, korporasi dan carter," ujarnya.