Sampoerna bantah PHK 4.900 buruh di Jatim buat digantikan mesin

Perseroan menjamin lini bisnis SKT akan dipertahankan.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Sampoerna bantah PHK 4.900 buruh di Jatim buat digantikan mesin
PT HM Sampoerna Tbk. ©2013 Merdeka.com/dok. PT HM Sampoerna Tbk

Anjloknya penjualan Sigaret Kretek Tangan (SKT) alias rokok kretek tanpa filter, menyebabkan penutupan dua pabrik PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) di Jawa Timur. Manajemen mengaku masih fokus mengurus pesangon bagi 4.900 buruh Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).Untuk sementara, dua pabrik ini dibiarkan menganggur. Perseroan membantah akan segera mendatangkan mesin baru, buat beralih ke bisnis rokok filter atau mild alias Sigaret Kretek Mesin (SKM)."Pabrik di Jember dan Lumajang tidak dialihkan memproduksi SKM. Itu tergantung pasar, pabrik tidak bisa membuat produk dan memaksakan kepada konsumen, karena itu tergantung serapannya," kata Direktur Corporate Affair H.M Sampoerna Yos Adiguna Ginting kepada merdeka.com di Jakarta, Rabu (28/5).Data dari Bea Cukai Kementerian Keuangan, penjualan industri rokok di Indonesia pada triwulan I 2014 diprediksi 74 miliar batang. Jumlah ini artinya turun satu persen dibandingkan periode sama tahun lalu, sebanyak 75 miliar batang.Di sisi lain, pangsa penjualan sigaret kretek mesin menunjukkan kenaikan. Sebaliknya kretek non-filter melorot, ditunjukkan melalui penyusutan pangsa pasar menjadi hanya 21,7 persen pada tiga bulan pertama tahun ini.Pada triwulan I 2014, volume produksi Sampoerna, baik untuk produk SKT maupun SKM hanya mencapai 25,5 miliar batang. Artinya turun 5,5 persen dibanding periode sebelumnya di mana mencapai 27 miliar batang.Yos mengaku manajemen sudah melihat tren anjloknya kretek tangan ini sejak 2012. Namun, kian kompetitifnya pasar membuat H.M Sampoerna merasa belum perlu menggeber produksi dari varian SKM miliknya. Perseroan pun menjamin lini bisnis SKT akan dipertahankan."Tapi kita tidak tahu, penjualan SKT akan turun sampai sejauh mana," ungkapnya.Jaminan bertahan di bisnis kretek non-filter itu juga menepis tudingan aktivis tembakau. Sampoerna dituduh berniat melepas segmen SKT selepas kini sahamnya dikuasai Konsorsium Phillip Morris asal Amerika Serikat.Penutupan pabrik kretek non-filter di Lumajang dan Jember, dianggap taktik perusahaan induk buat lebih banyak memproduksi rokok SKM."Tudingan itu tidak benar. PT HM Sampoerna masih memegang 40 persen pangsa pasar SKT. Kami penguasa pasar. Penutupan pabrik ini semata-mata karena pergeseran preferensi konsumen," kata Yos.Sebelumnya, lembaga advokasi bisnis tembakau, Komunitas Kretek, meyakini penutupan pabrik SKT Sampoerna di Jatim lantaran perubahan kendali oleh Phillip Morris asal Amerika Serikat."H.M Sampoerna menutup pabriknya karena memang mereka tidak lagi punya passion dengan kretek. Sebab kalau mereka ingat, berkat kretek konvensional itulah cikal bakal Sampoerna. Ini terjadi setelah perusahaan itu di-take over perusahaan asing," tuding Kepala Divisi Hukum Komunitas Kretek Daru Supriyono.

Rekomendasi