Holcim naikkan harga jual semen akibat peningkatan TDL

Kenaikan TDL menyebabkan beban produksi Holcim naik 5 persen.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Holcim naikkan harga jual semen akibat peningkatan TDL
bongkar muat semen. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) mengaku, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) untuk sektor industri secara bertahap yang diberlakukan mulai 1 Mei 2014 hingga terpenuhi 64,7 persen kenaikan sepanjang 2014, berpengaruh terhadap biaya produksi perseroan.Presiden Direktur Holcim Indonesia Eamon Ginley mengatakan, biaya produksi perseroan akan meningkat hingga 5 persen, imbas dari kenaikan TDL tersebut."TDL berpengaruh 3-5 persen kenaikan biaya produksi," kata Eamon Ginley di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (6/5).Beban produksi tersebut, lanjut Eamon, sudah pasti akan dibebankan kepada konsumen. Namun, Eamon enggan menyebut besaran kenaikan harga semen Holcim yang akan dibebankan ke konsumen."Kenaikan harga belum tahu, yang pasti semua beban kenaikan energi akan dibebankan ke konsumen," tutup Eamon.Saat ini, harga semen Holcim yang beredar di pasaran berkisar antara Rp 53.000 hingga Rp 66.000. Apabila SMCB menaikkan harga semen sebesar rasio beban produksi, maka harga semen akan mencapai kisaran harga antara Rp 54.590 hingga Rp 69.300 per sack.Sebelumnya, pemerintah melalui PT PLN (Persero) resmi menaikkan Tarif Tenaga Listrik (TTL) untuk industri menengah I-3 (go public), industri besar I-4 per 1 Mei 2014. Kenaikan ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 09 Tahun 2014.Dalam peraturan tersebut, tarif listrik akan naik setiap dua bulan sekali sekira 8,6 persen untuk perusahaan yang sudah go public (I-3) dan sekira 13,3 persen untuk industri besar (I-4). Dengan demikian, hingga akhir tahun ini tarif listrik untuk golongan I-3 akan naik sebesar 38,9 persen, sementara untuk golongan I-4 akan naik kumulatif sebesar 64,7 persen.

Rekomendasi